Bagaimana Cara Bersikap Yang Baik Jika Mengetahui Teman Yang Sudah Menikah Berselingkuh

Pernikahan & Keluarga, 22 Januari 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz,

Saya mempunyai seorang teman perempuan, dia sudah berkeluarga. Sebelum berkeluarga dia terlibat hubungan yang di haramkan oleh Allah SWT yaitu berselingkuh dengan teman sekantor, dan ketika dia sudah menikah, terkadang masih saja mencuri waktu untuk sekedar berpegangan tangan dan terkadang melakukannya di depan saya. Saya sudah pernah memberi saran agar tidak melakukan hal itu lagi pada teman saya, tetapi masih berlanjut... 

Bagaimana saya harus menyikapi hal tersebut?
Apakah saya harus diam saja atau menegur mereka?



-- Ingga Setiana (Purbalingga)

Jawaban:

وعليكم االسلام ورحمة الله وبركاته

Saudara Ingga Setiana yang dirahmati ALLAH SWT.

Teman yang terbaik pastilah dia yang berusaha menyelamatkan temannya dari siksa api neraka

Maka sesuai dengan kemampuan anda ingatkan dia dengan santun . Karena berzina itu dosa besar:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ أَوْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَكْبَرُ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ قَالَ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ}

Dari Abdullâh (bin Mas’ûd) Radhiyallahu anhu, dia berkata: Aku bertanya, atau Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, ‘Dosa apakah yang paling besar di sisi Allâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau menjadikan tandingan bagi Allâh, sedangkan Dia telah menciptakanmu (tanpa sekutu).” Aku bertanya, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena engkau takut dia makan bersamamu.” Aku bertanya, “Lalu apa?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.”

( HR  Bukhari 4483)

 

Demikian pula dengan bersentuhan dengan sengaja antara lawan jenis yang bukan mahram,sebagaimana sabda rasuluLLAH saw;

 

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

WaLLAHU a'lam


 



-- Selamet Junaidi