Aqiqah

Makanan & Sembelihan, 28 Januari 2018

Pertanyaan:

 Asslamu'alaikum wr wb

Pak Ustadz  yang dirahmati Allah swt, saya ingin bertanya seputar aqiqah anak saya yang mana saat ini dia sudah berusia 9 tahun dan belum diaqiqahi karena tidak adanya biaya.

Saya tinggal d rumah orangtua d Jakarta dan punya kampung di Banten. Orangtua saya menginginkan agar aqiqah diadakan di rumah orangtua Jakarta karena di sana tempat kami bertempat tinggal sejak lahir. Sedang saya ingin aqiqah di kampung yang masih merupakan desa tertinggal, karena banyak saudara2 dari pihak ibu saya yang miskin dan setiap hari hanya bisa makan ikan asin saja sebagai lauk pauk utamanya.

Jadi saya ingin memberikan kebahagiaan kepada mereka yang memang tidak bisa makan daging dan walaupun dalam pelaksanaan idul adha, di kampung saya hanya mendapatkan sedikit daging saja karema tidak banyak yang berqurban jua

Tahun ini saya berniat mengaqiqahkannya dan yang menjadi pertanyaan saya adalah :

1. Apakah niat saya tetap aqiqah mengingat usia anak perempuan saya sudah 9 tahun?

2. Dan di manakah sebaiknya saya melakukan acara aqiqahan tersebut?

 

Lebih kurangnya saya ucapkan terima kasih.

 

Wassalamu 'alaikum wr wb



-- Nur (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Aqiqoh, menurut mayoritas Ulama' hukumnya sunnah muakkadah bagi orang tua yang mampu

Pelaksanaan aqiqah sunnahnya, menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda : “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu.

Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra. “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah.

Dalilnya adalah firman Allah, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan.

Mereka yang paling layak menerima shadaqoh adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam. Walaubagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadits dan amalan Rasulullah dan sahabat kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka apabila anda sudah berkemampuan, anda tetap dianjurkan untuk ber-aqiqoh untuk anak ank anda meskipun sudah ber-umur 9 tahun

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan unutuk memberikan  kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA