Proses Melamar Dan Menikah Sesuai Syariat

Pernikahan & Keluarga, 6 Februari 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Saat ini saya sedang menjalani hubungan yang serius dengan seorang pria. Karena ayah (alm) sudah tidak ada Dan kakak kandung laki-laki (alm) pun sudah tidak ada, bagaimana proses meminta restu dan melamar yang sesuai syariat? Apakah cukup kepada ibu saja atau seperti apa ya? Tapi saya juga memiliki 2 orang kakak tiri laki-laki  & 1 perempuan (satu ibu, beda ayah)

Terima kasih, wassalammualaikum...



-- AAC (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari AAC yang dirahmati ALLAH SWT. Semoga ALLAH memudahkan proses menuju pernikahan yang barokah yang berhiaskan ayat-ayat cintaNYA sehingga terwujud KELUARGA SAKINAH

Mengenai wali nikah dalam Islam sekaligus untuk lamaran adalah sebagai berikut:

  1. Ayah kandung
  2. Kakek, atau ayah dari ayah
  3. Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
  4. Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja
  5. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu
  6. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja
  7. Saudara laki-laki ayah
  8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Daftar urutan wali di atas tidak boleh dilangkahi atau diacak-acak. Sehingga bila ayah kandung masih hidup, maka tidak boleh hak kewaliannya itu diambil alih oleh wali pada nomor urut berikutnya. Kecuali bila pihak yang bersangkutan memberi izin dan haknya itu kepada mereka.

Penting untuk diketahui bahwa seorang wali berhak mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain, meski tidak termasuk dalam daftar para wali. Hal itu biasa sering dilakukan di tengah masyarakat dengan meminta kepada tokoh ulama setempat untuk menjadi wakil dari wali yang syah. Dan untuk itu harus ada akad antara wali dan orang yang mewakilkan.

 

 
WaLLAHU a'lam  


-- Selamet Junaidi