“Mamaki” Istri

Pernikahan & Keluarga, 16 Februari 2018

Pertanyaan:

Assalammu’alaikum

Saya dan suami saya baru 6 bulan menjalani pernikahan. Selama 6 bulan itu begitu byk cobaan yang kami alami. Yang sering terjadi jika saya melakukan kesalahan suami saya lgsg marah, menaikan nada suara, serta tak jarang membentak dan memaki2 saya. Bahkan pernah mengancam utk menceraikan saya. Saya tipikal orang yg tidak suka dan tidak menerima jika dibentak dan di maki2. Krna sedari kecil smpi skrg saya tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh kedua orang tua saya. Saya tau istri tidak boleh melawan kepada suami, tidak boleh membantah apa yg dikatakan suami. Tapi krna dada saya begitu sesak akhirnya saya ikut emosi, berniat utk meninggalkan rumah. 3 bulan pernikahan kami selalu sholat jama’ah bersama, tapi 2 bulan belakangan suami saya sering tidak sholat, saya ajak sholat cuma bilang iya dengan nada marah. Bagaimana cara menghadapi suami saya yang seperti ini? Saya sudah tidak tahan lagi dan berniat ingin meninggalkan rumah. Apakah dengan cara membentak dan memaki itu benar agar istri tidak mangulangi salah yg sma? Dan apakah termasuk membantah/ melawan jika istri mencoba memberikan penjelasan ketika suami sedang marah? Terima kasih, assalammu’alaikum



-- Ira Roza (Surabaya)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Ira Roza yang dirahmati ALLAH SWT.

Suami istri adalah pasangan yang berkewajiban saling menjaga, saling melengkapi, saling mengingatkan, saling mengimbangi, saling mencintai dan lain-lain.  Maka secara internal harus semakin memperkokoh keluarga.

Semoga rumah tangga semakin SAKINAH.

ALLAH SWT telah memberi gambaran indah tentang kewajiban antar suami  istri:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. ( QS. Al Baqarah: 187 )

Semoga bu Ira Roza bisa  menghadapi perlakuan suami dengan:

1. Shabar, menahan diri untuk tidak membalas kemarahan dengan kemarahan, makian dengan makian karena hanya akan menyulut bara api kemarahan semakin membara. tetapi bila ingin menjelaskan duduk persoalannya boleh  dijelaskan dengan lembut, kelembutan yang bisa memadamkan api kemarahan.

2. Siap memaafkan kesalahan suami dengan tulus penuh cinta dan kasih-sayang. Inilah cara mempertahankan keluarga agar SAKINAH: 

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

( QS. Ar Ruum: 21)

3. Yakinlah pintu Syurga di sini: MENAHAN MARAH DAN MEMAAFKAN SUAMI TERCINTA:

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ( QS. Ali 'Imran )

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi