Prioritas Pemberian

Lain-lain, 22 Februari 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum, Admin yth.

Mohon izin untuk bertanya, ketika kita mendapatkan pemberian berupa makanan/ bingkisan/ sejenisnya dari orang lain. Kemudian kita tidak ingin menggunakan/ mengkonsumsinya dan berencana memberikan barang/ hal tersebut ke orang lain, prioritas pemberian yang lebih utama dan terlebih dahulu diupayakan baiknya seperti apa,Bila:

1. Telah memiliki istri/anak, dan masih ada keluarga kita (orang tua, adik kandung)?

2. Telah memiliki istri/anak, namun kita menjumpai orang lain (masyarakat umum) kebetulan di sekitar kita yang terlihat patut untuk dibantu?

3. Belum memiliki istri/anak, masih ada keluarga, namun kita menjumpai orang lain (masyarakat umum) kebetulan di sekitar kita yang terlihat patut untuk dibantu?

Jazakumullahu khair



-- Hardi (Mojokerto)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudara Hardi yang dirahmati ALLAH SWT.

Memberi hadiah itu salah satu cara menumbuhkan cinta dan kasih sayang. Sebagaimana Sabda RasuluLLAH saw;

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594,  )

Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani:

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنِيْنَ، تَهَادُوْا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ, فَإِنَّهُ يُنْبِتُ الْمَوَدَّةَ وَيُذْهِبُ الضَّغَائِنَ

“Wahai wanita-wanitanya kaum mukminin, saling menghadiahilah kalian walaupun hanya dengan sepotong kaki kambing, karena yang demikian itu akan menumbuhkan rasa cinta dan menghilangkan kedengkian.”

Karena ini hadiah bukan sebuah kewajiban sebagaimana pemberiaan nafkah suami kepada anak dan istrinya. Maka pemberiannya melihat :

1. Siapa yang tepat menerimanya.

2. Siapa yang lebih membutuhkannya.

3. Siapa  yang lebih perlu dilunakkan hatinya.

4. Kemampuan dan waktu luang  kita untuk menyampaikan  hadiah tersebut .

Maka silahkan anda yang paling tahu  siapa yang akan menerimanya.

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi