Konsultasi

Pernikahan & Keluarga, 24 Februari 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Saya bekerja di jakarta dan istri saya bekerja banjarmasin, kami sdh mempunyai seorang anak, tapi anak kami dititipkan ke orang tua, apakah saya sebagai suami berdosa telah mengijinkan istri saya bekerja diluar kota, secara istri saya sudah meninggalkan anak dan kita semua tahu bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga bukan dititipkan ke orang lain sekalipun itu org tua kita sendiri? Trimkasih



-- Firman (Surabaya)

Jawaban:

وعليكم السلام وحمة الله وبركاته

Saudara kita Pak Firman yang dirahmati ALLAH SWT.

Coba kita ingat dahulu diantara tugas atau kewajiban orangtua kepada anak  dalam Islam:

Mendidik anak

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi saw bersabda, “Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

Thabrani meriwayatkan dari Jabir Bin Samurah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bahwa salah seorang di antara kalian mendidik anaknya, itu lebih baik baginya dari pada menyedekahkan setengah sha’ setiap hari kepada orang-orang miskin.”

Mengajarkan anak ayat dan juga akhlak alquran ini adalah kewajiban ibu dan bapak.

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali ra, “ Ajarkanlah tiga hal kepada anak-anak kalian, yakni mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya dan membaca al-qur’an. Sebab, para pengusung al-qur’an berada di bawah naungan arsy Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, bersama para nabi dan orang-orang pilihanNya. Dan, kedua orang tua yang memperhatikan pengajaran al-qur’an kepada anak-anak mereka, keduanya mendapatkan pahala yang besar.”

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS. 20:132)

Membiasakan berakhlak Islami dalam bersikap,berbicara, dan bertingkah laku, sehingga semua kelakuannya menjadi terpuji menurut Islam (H.R Turmuzy dari Jaabir bin Samrah)

Selain itu, orangtua juga perlu mengajarkan rasa malu sedini mungkin pada anak-anak.

Menanamkan etika malu pada tempatnya dan membiasakan minta izin keluar/masuk rumah, terutama ke kamar orang tuanya, teristimewa lagi saat-saat zhaiirah dan selepas shalat isya’.(Al-qur’an surat Annuur ayat 56)

Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, Rasulullah saw bersabda, “ perintahkanlah anak anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah agar mereka menunaikannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”

5. Memberi nafkah dan makanan halal

Memberi nafkah hanya dengan harta yang baik dan dari mata pencaharian yang halal adalah kewajiban seorang bapak. Berdasarkan sabda Rasul saw: “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara; tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia kerjakan dengannnya, tentang hartanya dari mana ia mendapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan.” (H.R. Turmudzi)

Dan makanan yang diberikan kepada anak -anak hendaknya Makanan yang halal. Ini berdasarkan sabda Rasulullah saw kepada Sa’ad Bin Abi Waqhas, “Baguskanlah makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan.” Karenanya, anak dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang halal, mencari penghasilan yang halal dan membelanjakan kepada yang halal, sehingga ia tumbuh dalam sikap sederhana dan pertengahan, terjauh dari sikap boros dan pelit.

Rasulullah Saw. Pernah mengajarkan sejumlah anak untuk berpesan kepada orang tuanya di kala keluar mencari nafkah “Selamat jalan ayah! Jangan sekali-kali engkau membawa pulang kecuali yang halal dan thayyib saja! Kami mampu bersabar dari kelaparan,tetapi tidak mampu menahan azab Allah Swt. (H.R Thabraani dalam Al-Ausaath)

Nah ini yang harus terpenuhi pendidikan dan nafkah untuk anak tersayang. Ayah bundanya wajib memenuhi keduanya.  Perhatian, sentuhan langsung dari ayah bundanya sangat dibutuhkan anak, apalagi di masa-masa pertumbuhannya. Maka Islam telah mengatur hal ini dengan adil; Suamilah yang wajib memberi nafkah keluarga bukan istri, kecuali sangat terpaksa bila penghasilan dari suami tidak mencukupi. Karena itu istrilah yang tinggal di rumah untuk mengurus rumah dan anak. 

Silahkan anda yang paling tahu bagaimana keadaan rumah tangga anda. Bisa diertibangkan kembali. Semoga penghasilan anda semakin melimpah sehingga istri tidak perlu bekerja.

Kasihan juga orang tua anda ketika jadi ibu, beliau merawat anda ketika jadi nenek, beliau merawat anak anda. Kapan membalas kebaikan beliau?

 Semoga ALLAH SWT selalu membimbing keluarga anda, selamat dunia dan akhirat.

 WaLLAHU a'lam

 

 



-- Selamet Junaidi