Hukum Kartu E-toll

Fiqih Muamalah, 28 Februari 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad saya ingin bertanya mengenai hukum e-toll (kartu e-toll khusus jalan tol) dalam islam bagaimana. Dan dalam fiqih muamalah bagaimana.

Dan akad dalam fiqih terdapat akad apa saja dalam transaksinya. Transaksi antara jasa marga dan bank. Transaksi antara bank dan konsumen. Transaksi antara konsumen dan jasa marga. Transaksi antara otlet dan konsumen.

Dimana jasa marga menyediakan jalan tol. Bank mengeluarkan kartu. Konsumen menggunakan jalan tol. Otlet dalam pengisian saldo kartu

Terima kasih ustad

Wasalammualaikum wr.wb



-- Wa'alaikumussalaam Wrwb. Transaksi Yang Terjadi D (Cirebon)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Transaksi yang terjadi dalam E-toll dalam agama Islam masuk dalam kategori fiqh Muamalah, yang hukum asalnya adalah mubah atau diperbolehkan, selama terhindar dari unsur-unsur berikut: gharar (penipuan), dhalim (penzaliman), jahalah (ketidakpastian), maisir (gambling), dan riba.

Dan oleh karena muamalah, maka transaksi dilakukan dengan siapa saja, hukumnya boleh.

Yang jadi masalah dalam penggunaan jasa E-toll yang saya tahu adalah ada unsur ribanya, hal tersebut terjadi pada setiap kita menambah nilai (sedikit atau banyak), maka akan dikenakan biaya seribu rupiah. tambahan tersebut adalah riba, karena kita bayar dengan uang yang akan kita bayarkan lagi setiap kali kita memanfaatkan jasa jalan tol

Tetapi karena ini terpaksa, sebab kita tidak bisa bayar dengan uang tunai saat menggunakan jalan tol, sementara kalau kita tidak lewat toll akan banyak maslahat yang berpoptensi bisa terhambat, maka in syaa Allah bisa masuk dalam kategori daruroh yang hukumnya diperbolehkan, sebab lewat jalan bisa menjadi kebutuhan pokok

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA