Istri Selalu Meminta Cerai Ketika Marah

Pernikahan & Keluarga, 6 Maret 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz..saya seorang suami dari istri yang baru nikahi selama setahun ini. Kini istri sedang mengandung usia 4 bulan jalan. Semenjak 3 bulan usia pernikahan, mulai ada masalah-masalah yang timbul. Awalnya karena istri tak suka jika ditegur untuk memakai pakaian yang syar'i. Marah besar, kemudian minta cerai. Saya berusaha mengalah, mungkin cara saya yang salah. Karena dia pun janji bisa berubah. Kemudian di bulan-bulan selanjutnya selalu timbul pertengkaran. Walau bukan pertengkaran. Hanya istri saja yang meluap-luap amarahnya hanya karena kesalahpahaman yang istri gak bisa terima. Walaupun sudah banyak penjelasan. Istri masih tidak mau terima. Sampai istri keluar kata-kata kasar karena kami orang sunda. Saya mah enggak ustadz. Berusah trus menenangkan kasih penjelasan. Hingga dia minta cerai lagi. Saya mencoba bertahan karena saya anggap ini karena emosi semata. Tapi kejadian ini terus berulang, hanya karena kesalahpahaman istri, masalah-masalah kecil yang terlalu didramatisir oleh istri. Hingga satu waktu dia pernah bilang. Bahwa pernikahannya bukan karena cinta, tapi karena semata nurut sama ortu. Bahkan pertengah tahun pernikahan ada pertengkaran yang katanya dia menyesal menikah dengan saya. Kenapa dulu harus nurut sama orang tua. Katanya coba dia menikahi mantannya dulu, gak kan sekecewa ini katanya. Emang saya sering mengatur ini itu, tapi semua karena alasan syari. Mungkin karena caranya saya yang salah. Dalam setiap pertengkaran, gak pernah saya berkata kasar. Selalu terus berusaha meyakinkan, berjanji berubah jadi lebh baik, gak ngatur-ngatur. Yang terjadi terakhir sekarang, hanya karena saya sms dia apa gak ada motor murah di kampung yg bisa dibeli.. karena dia pingin saya cari di jakarta. Bukan saya menyuruh dia untuk beli di kampung, hanya menanyakan. Tapi tiba" emosi dia meledak". Katanya saya nyusahin dia, membebani dia terus. Istri emang sedang sibuk bisnis kredit, berkebun. Saya posisi kerja di jakarta.  Akhirnya keluar kata cerai dr mulut dia lagi. Mending hidup sendiri gak pusing. Katanya mantan nya juga masih mau nerima dia seandainya bercerai, msh banyak katanya laki". Entah ini datang dr kesadaran hatinya atau krn emosi semata. Sulit dibedain. Krn jujur selama setahun nikah. Hanya pernah sekali atau duakali dia nanyain kabar saya. Kebanyakan mah saya yg ngasih perhatian ke dia. Apa bener kalo ini emang pertanda dia tidak cinta ustadz. Katanya tadinya berharap banyak. Ternyata katanya saya banyak salah nya, slu mengecewakan. Saya blm pernah marah, membentak, atau memukul. Bahakan nafkah yg diberikan diatas rata" orang di kampung. Tercukupi ustadz. Krn dia ada usaha. Maka utk makan dia sehari" tak pernah pake uang yg saya berikan sebagai nafkah yg diatas kebutuhan dia. Sehingga sekarang punya dua petak tanah utk berkebun dr hasil tabungan uang yg saya berikan. Saya gak marah. Saya terima salah, krn blm sepenuhnya memahami keinginan dia. Apakah saya salah mempertahankan rumah tangga. Sedang istri terus menerus minta cerai dng bawa" mantan, dibanding" dng mantan suaminya dulu..saya mencoba bertahan. Kalaulah emang salah, saya janji berubah. Tp dia udah bosan dng janji" saya. Krn setiap ada maslah sekecil apapun dia pasti membesar"kannya, dia emang tempramental. Bagaimana ustadz solusinya...saya bingung. Berat utk menceraikannya. Tapi dilain sisi dia merasa trus tersakiti. Apa yg harus saya lakukan ketika dia minta berpisah... trimaksih. Maaf kepanjangan ustadz.



-- Aten (Garut)

Jawaban:

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara Anen yang dirahmati ALLAH SWT.

Anda harus memperkuat kesabaran menghadapi istri yang seringminta cerai adalah dengan mengingat kembali niat pernikahan  . Jika istri meminta cerai harus diketahui bahwa semuanya kembali pada hal suami, namun jika suami telah melakukan kesalahan yang enggan membuat sang istri untuk kembali menjalani hidup bersama, maka ada hal yang harus diperbaiki oleh suami. Seorang suami adalah seorang imam atau kepala di dalam sebuah rumah tangga. Hal ini memberikan beban yang lebih besar kepada suami untuk mendidik istri – istrinya. Suami harus memahami jika seorang istri memiliki emosi yang lebih tidak stabil dibanding dengan laki – laki.

Banyak yang mengibaratkan jika seorang wanita adalah cuaca di  daerah pegunungan. Cuaca  di pegunungan seringkali tidak dapat diprediksi dan rentan mengalami perubahan. Seorang laki – laki memiliki peran sebagai penduduk pegunungan yang harus siap dengan segala cuaca. Hal ini yang harus diterapkan kepada wanita kala siap untuk menjadi seorang suami. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar sabar saat istri minta cerai :

1. Memperkuat Rohani

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan memperkuat rohani. Hal ini sangat penting bagi seorang suami karena suami memiliki tanggung jawab dalam mendidik istrinya. Kekuatan rohani dan ilmu kehidupan dalam agama akan menentukkan keharmonisan sebuah keluarga. Hal ini banyak dirasakan oleh para anggota rumah tangga. Jika seorang istri dengan pendidikan agama yang kuat maka mereka tidak akan mudah marah dan tidak akan mudah untuk berputus asa. Seringkali penyebab perceraian adalah hal – hal yang berupa godaan duniawi dimana dibutuhkan rasa syukur dan bahu membahu di dalam membina sebuah keluarga.  

2. Bicara Bersama

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan berbicara bersama. Banyak istri yang meminta cerai kepada suaminya karena ada komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.     Suami memiliki tanggung jawab untuk senantiasa membicarakan segala masalah bersama dan dilakukan dengan lemah lembut. Jangan sampai suami memiliki teman bicara yang lebih nyamna, begitu pula dengan istri.  

3. Menasihati dengan Lembut

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan menasihati istri dengan lembut. Hal ini sangat penting karena istri telah dijelaskan terbuat dari tulang rusuk yang bengkok itulah kenapa mereka tidak bisa diperlakukan dengan paksa karena akan membuat tulang rusuk patah. Mereka juga tidak dapat dibiarkan karena mereka akan tetap menadi bengkok. Pendidikan dalam berumah tangga sangat penting menjadi bekal untuk setiap suami. Hal ini akan membuat keutuhan rumah tangga menjadi kuat. Seorang suami juga harus memberikan teladan kepada istrinya, jika suami hanya menuntut ke istri sedangkan dia enggan untuk melakukannya. Maka yang akan terjadi adalah keluarga akan sulit untuk harmonis.

4. Jangan Mudah Mengungkit Kata Cerai

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan tidak mudah untuk mengungkit kata cerai. Hak cerai berada di suami. Laki – laki dianugrahi pemikiran yang lebih stabil dengan menggunakan logika, berbeda dengan seorang wanita yang dengan mudah untuk berubah suasana hatinya. Hal ini harus diwaspadai oleh suami. Suami juga sebaiknya rajin untuk mengajak istri dalam kajian tentang ilmu agama. Penting untuk istri dalam mendapatkan ketenangan dan kestabilan dalam hatinya.  

5. Meninggalkan Istri Sementara

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan meninggalkan istri sementara. Istri ditinggalkan sementara saat dia selalu meminta cerai. Biarkan istri di dalam keheningan berpikir dan kemudian menurunkan emosinya yang telah meluap – luap. Jika istri yang sudah mampu dikendalikan sebaiknya dilakukan cara ini. Cara ini akan membuat istri berpikir ulang dan bahkan akan menyesali perbuatannya. Sebagaimana firman ALLAH SWT;

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.  (QS Al Maidah: 34).

6. Ingatkan Istri Pada Masa Indah

Cara sabar menghadapi istri minta cerai adalah dengan mengingatkan istri akan masa lalu yang indah. Hal ini agar istri kembali memahami niat dari sebuah perniakahan dan komitmen pernikahan yang telah dijalani selama ini. Seorang istri terkadang hanya terbawa ke dalam emosi sehingga mereka dengan mudah mengucapkan kata cerai tanpa berpikir dahulu tentang dampak apa yang akan dirasakan. Apalagi jika telah dikaruniai anak, mereka akan kembali terus berpikir tentang kelangsungan masa depan anaknya. Saat masa tenang suami dapat memberikan pengertian kepada istri agar berkata lebih hati – hati.

 Semoga Anda bisa mempertahankan rumah tangga ini dan semakin harmonis. Tapi jika keadaan semakin parah, libatkan kedua orangtua masing-masing untuk minta arahan dan bimbingan untuk mempertahankan keluarga ini. Jika akhirnya keadaan semakin buruk. Tidak salah jika anda harus menjatuhkan talak dengan cara yang baik.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi