Suami Hanya Sekali-sekali Memberikan Nafkah Lahir Dan Batin

Pernikahan & Keluarga, 8 Maret 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz 

Saya mau tanya, Apa yang harus saya lakukan bila suami tidak mampu Menafkahi saya 

Dan selama menikah saya yang membutuhi keperluan hidup saya sampai sekarang 

Padahal kami sudah menikah selama  2 tahun lebih. Dalam pandangan agama pun dia kurang mampu Seperti tidak bisa membaca Al quran Dan dia juga cepat berputus asa

Bila saya menuntut maka dia akan sakit hati dan menyuruh saya nikah bersama laki laki lain Dan untuk sekarang ini dia tidak punya pekerjaan Dan dia berharap saya memberikan uang kepadanya untuk menjalani usaha yang dia inginkan

Berdosakah saya Ustadz bila saya tidak memberikan uang.. Dan menuntut cerai terhadap dia Dan memilih uang saya dipergunakan untuk umrah

Karena uang saya itu adalah hasil kerja saya selama 2.tahun ini

Mohon bantuannya Ustadz 



-- Anna (Medan)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari ANNA di Medan  semoga selalu mendapat curahan Rahmat ALLAH SWT.

Suami istri itu harus saling menopang, saling menyempurnakan, saling menguatkan dan saling membahagiakan.

Jika dalam perjalanan keluarga terasa banyak kekurangan maka suami istri yang baik pasti saling menutupi dan melengkapi kekurangan masing-masing.

Termasuk ketika suami tidak lagi sanggup memenuhi nafkah kepada istrinya. Maka istri yang solehah akan berusaha sabar,menjaga harga diri suaminya, ikut memberi saran dan masukan bahkan bantuan memenuhi nafkah keluarga dan ini terhitung shadaqoh. Dan alhmduliLLAH, maa sya ALLAH anda sudah melakukannya.

Tapi suami anda malah suka memarahi anda dan meminta anda menikah dengan laki-laki lain dan meminta modal dari anda. Bahkan ingin umroh dengan uang tabungan anda.

Anda harus memperkuat keshabaran dan memperkuat ketulusan dan keikhlasan di hati dengan sebuah keyakinan "ISTRI YANG BAHAGIA" adalah istri yang mampu membahagiakan suaminya. Yakinlah akan janji ALLAH SWT:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ  

46. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. ( QS. Fushshilat : 46 )

Kebaikan-kebaikan anda kepada suami , maka semuanya kembali kepada anda sendiri. Nikmatilah dan bahagialah dengan peran anda sekarang.

Tapi setelah anda maksimal dan optimal menjalani keadaan ini. Ternyata suami anda tidak ada perubahan.Dan setelah mempertimbangkan antara kesanggupan anda serta antara manfaat dan mudhorot ketika hidup bersama suami anda. Jika anda putuskan sanggup menjalaninya atau sebaliknya tidak sanggup lagi menjadi istrinya dan tentunya setelah meminta pertimbangan kedua orang tua. Kemudian anda menuntut cerai ,boleh-boleh saja. Tidak berdosa, bahkan menjadi solusi terbaik.

Semoga ALLAH selalu merahmati anda sekeluarga.

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi