Pemilik Rumah Meminta Calon Pembeli Melihat Isi Rumah Yang Masih Disewakan Tanpa Persetujuan Penyewa

Fiqih Muamalah, 24 Maret 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Ketika mencari rumah kontrakan saya menemukan rumah bertuliskan DIJUAL. Iseng saya tanya pada pemilik apakah boleh dikontrak dan dia jawab boleh, maka rumah itu saya sewa setahun dengan perjanjian sewa rumah standard dan saya tempati beserta anak istri.

Satu bulan setelah saya sewa tiba-tiba pemilik rumah menelepon saya memberitahu bahwa ada orang yang mau lihat-lihat rumahnya untuk dibeli. Ini mengejutkan saya karena tidak ada klausul di perjanjian bahwa rumah dapat dilihat-lihat sewaktu-waktu oleh calon pembeli selama masa sewa. Apalagi ada anak istri di rumah rasanya terganggu sekali.

Apakah pemilik memperbolehkan calon pembeli untuk melihat-lihat rumah selama masa sewa tanpa ada perjanjian tentang ini dengan penyewa itu boleh dalam agama?

 

Terima kasih.



-- Zia (Jawa Timur)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Jual beli, sewa menyewa termasuk dalam kategori fiqh muamalah yang hukum asalnya adalah mubah/boleh, selama tidak bertentangan dengan dalil-dali syar'i

Dalam kaidah fiqihnya " Asal hukum mamalah itu mubah, sehingga ada dalil yang mengharamkannya".

Hukum muamalah yang mubah tersebut akan berubah menjadi haram kalau ada salah satu dari enam unsur berikut :

1. ada unsur penipuan

2. ada unsur pendzoliman

3. ada unsur ketidak pastian

4. ada unsur gambling/judi

5. ada unsur riba

6. produknya haram

Berdasaran penjelasan tersebut, maka upaya pemilik rumah (yang anda kontrak) untuk memberikan izun kepada calon pembeli  melihat-lihat  rumah yang sedang anda kontrak, dengan tanpa seizin anda atau dengan seizin tetapi anda tidak mengizinkan, adalah bentuk pemaksaan atau pen-dzoliman yang dilarang dalam Islam

Tetapi, apabila anda sebagi fihak yang sedang menempati rumah tersebut dengan keluarga memberikan izin, tentu itu akan lebih baik dan insya Allah berpahala, karena anda telah memberikan kemudahan kepada orang lain

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA