Hukum Bekerja Dalam Kontrak Beasiswa

Fiqih Muamalah, 26 Maret 2018

Pertanyaan:

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh Ustadz,

Semoga senantiasa sehat dan lancar setiap kegiatannya.Ada titipan pertanyaan sebagaimana berikut:

Ada beasiswa, didalam kontraknya menyebutkan tidak boleh bekerja selama masa studi kecuali menjadi research assistant dan teaching asistant. Bagaimana hukumnya dari sisi agama jika penerima beasiswa tsb bekerja diluar dari pekerjaan yg dibolehkan tsb diatas, tanpa seijin pemberi beasiswa?
 
Ada beberapa kondisi sehingga penerima beasiswa bekerja:
 
1. Mencari tambahan penghasilan dan pengalaman, atau
 
2. Kebutuhan pengeluaran lebih besar dari nilai beasiswa yang diberikan.
 
 
Jazakallah atas perhatiannya.
 
 
 
Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

 



-- Sugiyarto (Jakarta Pusat)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Orang beri-man itu terikat dengan janji yang telah ditetapkan, dalam arti ketika seorang mukmin itu telah melakukan perjanjian dengan fihak lain, maka ia berkewajiban untuk menepati apa yang telah dijanjikan tersebut dan tidak boleh untuk melakukan aktifitas yang bisa merusak perjajiannnya, hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : " Orang-orang ber-iman itu terikat sesuai dengan apa yang telah mereka syaratkan" ( المؤمنون على شروطهم )

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka mahasiswa yang sudah mengikat perjanjian dengan pemberi beasiswa tersebut, tidak diperkenankan untuk bekerja diluar kerja yang telah disepakati dengan fihak pemberi beasiswa, kecuai ia meminta izin dan diizinkan

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberika kepada kita semua petunjuk kejal;an yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrb.



-- Agung Cahyadi, MA