Cara Mencium Hajar Aswad Menurut Sunnah?

Haji & Umrah, 26 Maret 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Ketika thawaf apa sunnah istilam /melambaikan tangan sambil mengecup tangan atau tidak mengecup tangan? apa setiap putaran atau hanya putran pertama saja? bagaimana hukum wudhu' menyentuh wanita bukan muhrim batal atau tidak padahal padat di area thawaf?



-- H. AKHMAD ZAINI (Pamekasan)

Jawaban:

Assaaamu 'alaikum wrwb.

Mencium hajar Aswad atau menyentuhnya atau memberikan isyarat kepadanya adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah, yang kapan waktunya dan bagaimana caranya hanya dengan mengikuti tuntunan saja

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata:

“Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari  dan Muslim ).

Dalam lafazh lain disebutkan,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Beberapa faedah dari hadits di atas:

  1. Wajibnya mengikuti petunjuk Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah beliau tunjuki walau tidak nampak hikmah atau manfaat melakukan perintah tersebut. Intinya, yang penting dilaksanakan tanpa mesti menunggu atau mengetahui adanya hikmah.
  2. Ibadah itu tawqifiyah, yaitu berdasarkan dalil, tidak bisa dibuat-buat atau direka-reka.
  3. Mencium hajar aswad termasuk ajaran Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. Kenapa mencium hajar aswad? Alasannya mudah, karena ingin mengikuti ajaran Rasul. Karena seandainya Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tidak melakukannya, maka tentu kaum muslimin tidak melakukannya.
  5. Para sahabat begitu semangat melaksanakan setiap ajaran Rasul.
  6. Yang mendatangkan manfaat danmudhorot hanyalah Allah. Hajar aswad hanyalah batu biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa.
  7. Segala sesuatu selain Allah tidak dapat memberikan manfaat atau bahaya walau ia adalah sesuatu yang diagung-agungkan.

Pada saat thowaf, maka kita disunnahkan untuk mencium hajar Aswad pada saat memulai thowaf dan pada setiap kali melewatinya

Dan dalam kondisi padat, yang tidak memungkinkan kita untuk menciumnya, atau kalaupun bisa tapi berpotensi menyakiti orang lain, maka cukup dengan memberi isyarat dengan tangan kanan tetapi dengan tidak ada sunnah mencium tangan kita

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA