Zakat Profesi

Zakat, 2 April 2018

Pertanyaan:

Assalammualaikum pak ustadz ...

saya mau menanyakan mengenai zakat mal, terkhusus kepada zakat profesi ..

1. saya berkeja sebagai karyawan disebuah perusahaan, apakah gaji saya termasuk penghasilan yang harus dikeluarkan zakatnya apabila mencapai nisab dan haul ?

2. untuk menghitung zakat profesi, apakah setelah gaji dikurangi kewajiban membayar hutang ? dan kewajiban nafkah keluarga (pangan, sekolah, kontrakan) ?

3. apabila di keluarkan, perhitungan nisab zakat profesinya apakah mengQiyas kan dengan emas 85 gram atau beras 520 kg ?

4. apabila di keluarkan, apakah harus menunggu haul selama 1 tahun? atau lebih baik dibayarkan tiap bulan ?

5. bagaimana jika pada beberapa tahun lalu saya belum pernah membayar zakat profesi ini, dikarenakan tidak mengetahui adanya zakat profesi dan belum memahami ?
apakah terhitung sebagai hutang zakat dan tetap harus dikeluarkan ?

6. apabila zakat profesi yang terlupakan pada tahun2 sebelumnya tetap harus di keluarkan. perhitungan batas nisab nya apakah mengQiyaskan dengan harga emas / beras pada tahun zakat yang akan dikeluarkan ? atau mengikuti harga emas/beras saat ini ?

mohon penjelasan dan arahan nya pak ustd..
karena pertanyaan ini sudah lama dibenak saya dan saya mengkhawatirkan menjadi hutang .



-- Basuki Lukman Iskandar (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Zakat profesi adalah jenis zakat yang belum pernah ada pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga pada zaman para sahabatnya, zakat tersebut baru ada pada zaman para ulama' mujtahidin setelah generasi tabi'in

Dan oleh karenanya, para ulama' yang menetapkan wajibnya zakat profesi berbeda pendapat dalam menentukan nishabnya dan juga kadar zakat yang harus dikeluarkan, karena landasan hukum yang mereka pakai ada qiyas atau analogi; apakah dianalogikan ke-emas atau ke pertanian?

Bagi yang meng-analogikan ke-emas, mereka menghitung nishobnya sama dengan nishobnya emas (senilai 85 gram emas) yaitu dari akumulasi pedapatan selama satu tahun, tetapi bagi yang menganalogikan ke pertanian, maka nishobnya adalah senilai dengan nishobnya pertanian ( 5 wasaq atau kurang lebih senilai 653 kg beras)

Yang perlu diketahui, bahwa nishob dari semua zakat itu adalah dari harta netto (setelah dikurangi semua kebutuhan primer)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wassalaamu 'laikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA