Hukum Bekerja Sebagai Akuntan Dan Pengelola Pajak Di Sebuah Perusahaan

Fiqih Muamalah, 2 April 2018

Pertanyaan:

Bagaimana hukum bagi orang yang bekerja sebagai akuntan dan pengelola pajak di sebuah perusahaan menurut pandangan islam.? Apakah gaji karyawan tersebut halal untuk menafkahi keluarganya.?



-- Ahmad Khoirul Muttaqin (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Yang perlu kita ketahui bahwa mayoritas Ulama' ( klasik atau juga Ulama' kontemporer) membolehkan pajak dan tidak mengharamkannya, yang mereka haramkan adalah AL.MUKS (pungutan liar), berikuit penjelasannya :

ULAMA KLASIK (MUTAQADDIMIN)

Madzhab Syafi'i: Imam Ghazali dalam kitab المستصفى من علم الأصول (I/426) menyatakan bahwa memungut uang selain zakat pada rakyat diperbolehkan apabila diperlukan dan kas di Baitul Mal tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan negara baik untuk perang atau lainnya. Akan tetapi kalau masih ada dana di Baitul Mal, maka tidak boleh.

Madzhab Hanafi: Muhammad Umaim Al-Barkati dalam kitab قواعد الفقه dan kitab حاشية رد المحتارmenyebut pajak dengan naibah (jamak, nawaib). Dia berpendapat bahwa naibah boleh kalau memang dibutuhkan untuk keperluan umum atau keperluan perang.

Madzhab Maliki: Al Qurtubi dalam kitab الجامع لأحكام القرآن (II/242) mengatakan bahwa ulama sepakat atas bolehnya menarik pungutan selain zakat apabila dibutuhkan. Berdasarkan Al Quran وَآَتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ (Al Baqarah 2:177).

Madzhab Hanbali: Ulama madzhab Hanbali juga membolehkan pengumpulan pajak yang mereka sebut dengan al-kalf as-sulthaniyah ( الكلف السلطانية) . Bahkan mereka menganggapnya sebagai jihad dengan harta. Ibnu Taimiyah dalam الفتاوى menganggap pajak yang diambil dari orang kaya merupakan jihad harta. Ibnu menyatakan:


وإذا طلب منهم شيئًا يؤخذ على أموالهم ورءوسهم، مثل الكلف السلطانية التي توضع عليهم كلهم، إما على عدد رءوسهم، أو على عدد دوابهم، أو على أكثر من الخراج الواجب بالشرع، أو تؤخذ منهم الكلف التي أحدثت في غير الأجناس الشرعية، كما يُوضع على المتابعين للطعام والثياب والدواب والفاكهة وغير ذلك، يُؤخذ منهم إذا باعوا، ويُؤخذ تارة من البائعين، وتارة من المشترين


Dari kalangan Ulama' fiqih kontemporer yang membolehkan pajak antara lain Rashid Ridha, Mahmud Syaltut, Abu Zahrah dan Yusuf Qardhawi dan yang lainnya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka gaji seseorang yang bekerja sebagai akuntan dan pengelola pajak di sebuah perusahaan, in sya Alla halal selama pajak yang dikelolanya bukan termasuk al muks atau pungutan liar

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kepada kita semua petunjuk ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA