Ucapan Suami/istri

Pernikahan & Keluarga, 8 April 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr Wb... 

Ada hal yg mengganggu hati dan pikiran saya pak ustadz.

Suatu hari saya bertengkar hebat dengan istri saya, karena istri saya ketahuan selalu chatting mesra dengan seorang teman pria-nya di medsos. Saya amat kesal dan benar-benar marah pada istri saya hingga saya berkata "Saya haramkan kamu bertemu dengannnya" namun apa yg terjadi, dibelakang saya.... istri saya ketemuan dengan teman pria-nya itu, waktu itu saya tidak tahu jika istri saya kena guna-guna/pelet teman pria-nya itu, hingga apapun yg saya katakan padanya tak pernah dihiraukannya. Apa hukumnya saya berkata seperti itu pada istri saya pak ustadz? 

Istri masih dalam pengaruh guna-guna teman pria-nya itu, di lain hari saya dan istri bertengkar hebat lagi dalam permasalahan yg sama, hingga istri saya mengatakan pada saya "Jangan sentuh mayatku bila aku mati nanti" apakah hukumnya bila istri saya mengatakan seperti itu pak ustadz? Apakah ucapan istri saya itu berlaku di kemudian hari? 

Alhamdulillah istri saya sdh sembuh dari guna-guna teman pria-nya itu.

Mohon penjelasannya pak ustadz agar hati dan pikiran saya jadi tenang.

 

Wassalamu'alaikum.

 

Yudha W

 

 



-- Yudha W (Tanjung Balai Asahan)

Jawaban:

وعليكم السلام رحمة الله وبركاته

Saudara Yudha yang dirahmati ALLAH SWT

Bersyukurlah kepada ALLAH SWT anda sudah lebih aman dengan terlepasnya istri anda dari guna-guna. Tapi tetap waspada dengan selalu berdoa dan meminta perlindungan kepada ALLAH SWT agar terlindungi dari makar jahat orang tersebut bila ia masih berniat jahat kepada keluarga anda.

Nah sekarang anda saling memaafkan dengan tulus. Semua kejadian yang lalu sampai keluar kalimat-kalimat di atas dari anda berdua itu dalam kondisi keluarga anda dalam cengkraman guna-guna. Harus bisa anda hapuskan dari benak anda berdua. 

Kalimat-kalimat itu otomatis batal tidak berefek hukum terentu bagi hubungan anda berdua. Kecuali anda berdua harus beristighfar dan bertaubat kepada ALLAH SWT yang Maha Pengampun. Karena kita tidak boleh mengharamkan apa yang ALLAH dan sebaliknya. ALLAH berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

87. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ( QS> Al Maidah ; 87 )

 



-- Selamet Junaidi