Keberadaan Hadits

Lain-lain, 12 April 2018

Pertanyaan:

Bismillah

Assalaamu'aalaykum warohmatullohi wa barokaatuh

Penggunaan kalimat Fiy amaanillah dan fiy ri'ayatillah kepada orang yang meninggalkan kita untuk melakukan suatu perjalanan pendek ataupun jauh menjadi sering,apakah ada tuntunannya?

Mohon penjelasannya 

Baarokallohu fiykum

 



-- Wiwik (Jakarta)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari Wiwik yang dirahmati ALLAH SWT.

Adalah merupakan akhlak terpuji jika kita suka mendoakan orang lain . Apalagi yang di doakan tidak tahu bahwa dia didoakan . Maka doa itu kembali buat yang berdoa, hebatkan?

Adapun  ucapan ;Fiy amaanillah ( Semoga ALLAH selalu mengamankan perjalananmu) dan fiy ri'ayatillah ( Semoga ALLAH selalu menjagamu) kepada orang yang meninggalkan kita untuk melakukan suatu perjalanan pendek ataupun jauh, boleh boleh saja dan bagus.

Adapun doaRasuluLLAH saw ketika melepas seseorang yang bepergian :

  

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى اُرِيْدُ اَنْ اُسَافِرَ، فَاَوْصِنِى! قَالَ: عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ، وَ التَّكْبِيْرِ عَلَى كُلّ شَرَفٍ. فَلَمَّا وَلَّى الرَّجُلُ قَالَ: اَللّهُمَّ اطْوِ لَهُ اْلبُعْدَ وَ هَوّنْ عَلَيْهِ السَّفَرَ. الترمذى 5: 163، حديث حسن
Dari Abu Hurairah bahwasanya ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku akan bepergian, maka berilah washiyat kepadaku”. Nabi SAW bersabda, “Wajib bagimu taqwa kepada Allah, dan bertakbir setiap jalan mendaki”. Setelah laki-laki itu berpaling beliau berdoa, “Alloohummathwi lahul bu’da wa hawwin ‘alaihis-safar” (Ya Allah, dekatkanlah jauhnya perjalanan baginya, dan mudahkanlah perjalanan padanya). [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 163, hadits hasan]
 
WaLLAHU a'lam


-- Selamet Junaidi