Mungkankah Terjadi Riba Memanfaatkan Dana Sendiri/perkumpulan

Fiqih Muamalah, 24 April 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr Wb ...

Ustadz mohon pencerahan, bila suatu paguyuban/keluarga memiliki dana bersama, kemudian anggota bisa memanfaatkan dana/"pinjam", dengan ketentuan waktu mengembalikan disepakati memberi tambahan atas dana yang digunakan tadi, apakah hal tersebut tergolong riba? Apabila termasuk riba, bagaimana aqad yang mesti dipakai agar terhindar dari riba? Terima kasih ...

Wassalamu'alaikum Wr Wb



-- Veri (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Pinjam meminjam dengan adanya ketentuan harus mengembalikan pinjaman dengan nominal lebih besar dari nominal pinjaman, itu adalah riba yang diharamkan Islam, meskipun tambahan tersebut kecil dan meskipun disebut dengan istilah infaq dan meskipun tambahan tersebut akan dikembalikan sebagai keuntungan usaha bersama.

Dan agar tidak bernilai riba, maka akadnya tidak pinjam meminjam tetapi bisa dirubah dengan akad " usaha mudharabah/bagi hasil ". Jadi Paguyuban tersebit memberikan uang kepada salah satu anggotanya untuk dikembangkan dalam bentuk usaha dengan ketentuan bagi hasil sesuai dengan kesepakan bersama ( misalnya keuntungan disepakati akan dibagi 50% : 50%)

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA