Ucapan Talak


Pertanyaan:

suami sudah 3X mengucapkan kata2 yg mengandung talak kepada istrinya..

1.suami bilang via tlp kepada istri

    "sekarang kamu sudah punya alasan untuk menggugat cerai" setelah itu rujuk

2.suami bilang kepada istri 

"saya sudah tidak bisa hidup bersama orang yg tidak lagi percaya kepada saya...bagaimana kalau kita pulang  sekalian kita urus surat(surat yg di maksut adalah surat cerai).setelah itu rujuk lagi

3.istri bilang kepada suami.

"kalau memang rumah tangga tidak bisa di perbaiki mendingan bubar saja" lalu sang suami mengiyakan.

tapi sekarang suami minta rujuk lagi.

bagaimana menurut ustad tentang kondisi seperti ini.

apakah ke3 ucapan2 tersebut di atas telah jatuh talaknya??

mohon penjelasannya.

terimakasih

 



-- Sriati (Surabaya)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Sriati yang dirahmati ALLAH SWT

Ketiga kalimat di atas belum pasti jatuh talak.

Karena lafadz yang biasa dipakai dalam perceraian itu ada dua macam

1. Sharih atau jelas dan pasti seperti, "saya cerai kamu" dan 'saya talak  kamu"

2, Kinayah atau sindiran, seperti " kamu pulang ke ortumu" atau seperti yang telah suami anda ucapkan " udahlah bubar "

Dan apabila perceraian memakai lafadz " sharih/jelas ", maka secara otomatis akan jatuh hukum cerai, ketika lafadz tersebut diucapkan oleh seorang suami dan ditujukan kepada istrinya.

Tetapi apabila perceraian memakai lafadz "kinayah/sindiran", maka jatuh dan tidaknya hukum cerai akan ditentukan oleh niat suami saat ia mengucapkan lafadz tersebut, Apabila saat mengatakan lafadz tersebut suami berniat ceraikan istri, maka jatuh hukum cerai, dan sebaliknya apabila tidak disertai niat cerai, hanya untuk mengancam saja misalnya, maka tidak jatuh hukum cerai

Dan oleh karena lafadz yang dipakai suami anda pakai saat anda sedang berselisih dengan lafadz kinayah/sindiran dan suami anda tidak mempunyai niat untuk menceraikan anda sebagai istrinya, maka berarti in syaa Allah tidak jatuh hukum cerai, yang artinya anda dengan suami anda masih tetap berstatus sebagai " suami istri " yang sah. tetapi sebaiknya  kedepannya harus lebih berhati-hati untuk tidak dengan mudah mengucapkan lafadz yang bisa berpotensi menjatuhkan hukum thalaq

Demikian, semoga Allah senantiasa merahmati andan sekeluarga sehingga tetap menjadi keluarga bahagia dan sakinah.

Wallahu a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi