Bekerja Di Perusahaan Yang Berjualan Khamr

Fiqih Muamalah, 26 Mei 2018

Pertanyaan:

Saya saat ini bekerja di suatu perusahaan yang membantu banyak orang berjualan berbagai macam barang, dengan cara menyediakan sistem pemasarannya, pembeliannya, pembayarannya, hingga pengirimannya. 

Saat saya masuk ke perusahaan ini, saya sudah memeriksa terlebih dahulu apakah perusahaan ini membantu menjual khamr atau sesuatu yang haram. Dan saya tidak menemukannya dalam daftar barang yang dijual. Dan saya juga sudah bertanya ke perusahaan, apakah menjual khamr, dan dijawab tidak dengan alasan tidak bisa karena peraturan pemerintah menyulitkan hal tersebut. Ini menjadi salah satu alasan saya akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan ini.

Sekian tahun bekerja, bisnis perusahaan pun berkembang pesat. Dan akhirnya perusahaan pun membuka kategori produk baru, yakni kategori minuman beralkohol atau khamr. Semua pegawai muslim di perusahaan ini menjadi gelisah mengenai hal ini. Sebagian juga ada yang menyatakan akan mengundurkan diri segera terkait hal ini. 

Yang saya ingin tanyakan, bagaimana hukum syariah Islam memandang persoalan kami di atas? Dan, apa yang harus kami lakukan terkait hal tersebut? Apakah mengundurkan diri dari perusahaan adalah langkah yang terbaik?

 



-- Reza (Jakarta)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Sebaiknya sebelum anda dan kawan-kawan muslim memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang anda bekerja didalamya, anda lakukan dulu upaya untuk amar ma'ruf dan nahi mungkar kepada menejemen, agar tidak menjual hal-hal yang diharamkan dalam Islam, karena bisa menyebabkan para pekerja muslim tidak nyaman dalam bekerja dan tidak optimal bekerja

Apabila dengan upaya tersebut dengan cara yang bijak, tidak juga memberikan hasil, maka sebaiknya memang anda dan kawan-kawan muslim segera mencari alternatif kerja yang lebih aman, karena bila masih tetap bekerja di perusahaan tersebut, sementara persahaan menjual barang-barang yang haram, maka bisa bermakna anda ikut berkontribusi terjadinya transaksi yang haram hukumnya 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kermudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikim wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA