Status Pernikahan


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz 

Saya baru menikah dengan mualaf (tanpa ada paksaan dari saya). Pernikahan kami tidak di restui pihak keluarga suami saya. Kami tinggal di rumah keluarga saya yang taat agama islam, suami saya pun pelan-pelan mulai belajar agama islam. Saya terus bertanya kepada dia,  apa kah dia belajar islam karena terpaksa? Dia jawab "tidak, semua atas kemauannya sendiri". 

Alhamdulillah sekarang saya sudah hamil &  alhamdulillah lagi keluarga suami sudah mau menerima saya, tapi dengan syarat,  kami harus melanjutkan usaha yang di kelola orang tuanya. 

Pada saat kami pindah, Awalnya keluarga nya meminta saya untuk masuk agama mereka, namun saya tidak mau &  suami saya marah kepada keluarganya. Sampai akhir nya bulan ramadhan ini saya mengetahui kalau suami saya sudah pindah ke agama keluarganya. Suami saya berkata alasannya "dimana bumi berpijak,  disitu langit di junjung" Pertanyaan saya:

Bagaimana hukum pernikahan saya, apakah batal, keadaan saya sekarang sedang hamil 5 bulan.

Mohon bimbingannya & solusinya ustadz.

Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. 

Wasalammualaikum wr wb

 

Hamba Allah



-- Rianti (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Benar, dengan murtadnya suami, karena telah kembali ke agamanya yang lalu yang secara otomatis bukan lagi seorang muslim, maka akad pernikhan kalian sudah rusak, dan karenanya anda harus berpisah dengan mantan suami anda yang memang bukan lagi menjadi mahram anda

Adapun anak yang  masih dikandungan anda adalah anak yang sah, karena pertumbuhan janin itu masih dalam kondisi pernikahan masih sah, dan dia juga anak bapaknya, tetapi kalau anak tersebut perempuan, maka bapaknya tidak boleh menjadi wali dalam pernikahannya nati

Demikian, semoga Allah tetap senantiasa memberikan kepada anda petunjuk-Nya, taufiq-Nya dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA