Meragukan Sah Tidaknya Talak


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Ustadz, saya mau konsultasi tentang talak. Sekarang saya berumur 26 tahun, suami berumur 24 tahun. Kami di karunia ini 1 anak perempuan yg masih berumur genap 1 tahun. Usia pernikahan kami hampir 2 tahun.

Sebelumnya, kami pisah rumah karna saya bekerja di kota kelahiran saya. Karna waktu itu suami saya belum ada pekerjaan. Kami sepakat untuk masalah melanjutkan pekerjaan saya menjadi guru. Sedangkan suami saya di kota kelahiran nya yg jaraknya sekitar 2 jam lebih dari kota saya. Karna dia tidak mau tinggal dgn mertua. Hampir 1 tahun kami tidak serumah,namun suami saya rutin mendatangi saya dan anak tiap minggu nya dan menginap beberapa hari.

Diawal pernikahan, selama saya hamil, saya yg sering datang kesana dan menginap, karna suami saya kerja serabutan dan pulang sore.

Suami saya pernah ketahuan selingkuh, menghubungi wanita lain. Dan dia juga biasa mabuk. Sudah saya tegur berkali2, tapi masih saja. Di sosmed, dia mengaku lajang, namun dia tdk tampil kn data diri dan foto. Jadi dia selingkuh hanya sekedar sms dan chatting. Sibuk dgn hp nya dan hp nya gak boleh saya periksa, sering ninggalin saya sendiri diqumah dan menemui teman nya dgn alasan pekerjaan.

Pada saat saya hamil 7 bulan, Allah menunjukkan kebohongan suami saya. Chat dari cewe yg dia hubungi terbuka di hp saya. malam minggu dia menemui cewe itu dan menjemput nya, foto bersama pun ada. Saya mendatangi suami dan bertanya sambil menangis. Dia hanya diam,dan saya kesal, saya makin marah. Akhir nya dia memukul saya sekali, setelah itu dia membujuk saya, dan minta maaf.

Beberapa kali suami saya ketahuan sedang chat cewe. Dia bilang saya adalah sepupu nya, bukan istri. Mengaku masih lajang. Sepanjang itu masih saya maaf kan.

Namun kami masih sering bertengkar perihal itu. Dia jarang menghubungi saya, online tapi tidak ada chat saya. Kadang chat saya hanya dibaca saja.

Awal tahun ini, kami sepakat, saya akan berhenti bekerja karna ingin dekat suami dan fokus rawat anak. Saya terpaksa harus menyelesaikan tugas mengajar saya karna belum ada guru pengganti.

Tapi sering seperti itu, akhir nya suami saya mengirim sms "rasa mau ku ceraikan saja kamu" namun esok hari nya dia bertingkah biasa saja.

Dibulan april kami bertengkar, hingga dia ucapkan kata "kalo kamu mau cerai, cerai saja" "nanti aku urus surat cerai nya" karna sebelum nya saya ada mengucapkan "kamu mau cerai ya, gak sayang lagi dgn istri?" Karna dia ketahuan chat cewe di FB, sedangkan tidak membalas chat WA saya yg hanya bertanya "yang,udah sholat?" Saya screenshoot chat dia dgn cewe itu dan tunjukan dgn dia.

Esok hari, dia bertingkah biasa dan tidak ingat apa yg di ucapkan semalam. Katanya sedang mabuk minum. Pernah juga dia ucapkan cerai lagi setelah saya tunjukan sms nya yg mesra dgn cewe. Dia marah dan ucapkan "kita udah cerai"

Namun beberapa kali dia ngajak balik dan mau saya serumah dgn nya, sama2 lagi. Dia datang ke ke saya, namun agak keruh suasana karna abang saya bilang, kalo dia tidak boleh masuk kamar dan harus nikah lagi. Saya tidak tau cara penyampaian nya sehingga buat suami saya marah karna saya tidak ada di tempat. Kata suami saya tidak mau datang lagi ke sini.

Ada hampir 2bulan saya memblokir WA dia. Akhirnya dia menghubungi saya karna minta ijazah nya mau ikut pelatihan satpam. Katanya tidak mau datang kesini,namun akhirnya dia mengalah dan datang menemui saya dan anak. Disaat itu dia ngajak balik, berulang2 memaksa saya untuk pindah, saya tdk mau pindah karna meragukan talak nya kemarin.

Pada saat ini, dia ngajak serumah lagi, dan janji gak akan seperti dulu. Pengen besarkan anak sama2. Hanya saja saya ragu talak nya sah atau tidak. Saya sebenarnya pengen rujuk kembali.saya telah 2x haid setelah menyadari itu adalah talak. Mungkin pertengahan bulan ini saya akan haid ke tiga kali nya.

Mohon pencerahan nya ustadz

Terima kasih



-- Nani (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebaiknya anda bertatap muka langsung dengan seorang ustadz atau telpon, karena cerita anda sulit untuk langsung disimpulkan, ada yang perlu diperjelas dan tidak cukup dengan via tulisan saja

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan

Wassalaamu 'alaikum wrtwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA