Najis

Thaharah, 25 Juni 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum kak mau nanya kak, indikator untuk mengetahui sesuatu itu najis atau tidakkan dari warna rasa dan bau, jika saya menentukan dengan bau dan warna saja, tidak menentukan dengan rasa, dan tidak ada yang menunjukkan najis apakah sesuatu tersebut masih dikatakan najis?. Apakah ketiganya harus saya lakukan?



-- Prillia (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kaslau yang anda tanyakan adalah perihal air yang bisa dipakai untuk wudhu atau mandi, maka memang salah satu indikatror sucinya adalah ketika air tersebut tidak berubah bau, rasa atau warnanya

Perubahan bau, rasa atau warna dari air tersebut, masih perlu dirinci sebagai berikut b:

~ Kalau perbahan tersebut disebabkan karena najis yang mengenainya, maka air tesebut najis hukumnya

~ Jika perubahan tersebut disebabkan karena benda-benda suci, seperti gula, sirup, kopi atau sejenisnya, maka air tersebut tetap dianggap suci tetapi tidak mensucikan, artinya kalau pakaian kita atau badan kita atau tempat shalat kita terkerna air tersebut, maka pakaian, badan dan tempat shalat kita tetap dianggap suci dan tidak najis, tertapi air tersebut tidak bisa dipakai untuk wudhui atai mandi

~ Jika perubahan tersebut disebabkan karena lamanya tergenang karena air tersebut tidak mengalir, maka air tersebut masih dianggap suci dan tetap bisa dipakai untuk berwudhu atau mandi, seperti air yang lama tergenang kemudian berubah wearnanya menjadi hijau karena lumutan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA