Shalat Maghrib Dua Kali, Bolehkah?

Lain-lain, 5 Juli 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak Pengasuh yang saya hormati.

Saya biasanya yang jadi imam di suatu mushala yang sepi jamaah. Suatu ketika karena menunggu sudah cukup lama, maka saya putuskan shalat magrib sendirian. Saat rekaat ke tiga, tiba-tiba beberapa orang datang. Saya jadi bingung bagaimana hukumnya bila saya mengimami mereka shalat berjamaah. Akhirnya saya shalat magrib lagi dengan status menjadi imam. 

PERTANYAAN:

Apakah hukumnya tindakan yang saya lakukan itu. Shalat magrib yang mana yang berlaku untuk saya? Apakah saya berdosa? Apakah shalat jamaah mereka syah? Bagaimana yang seharusnya saya lakukan?

Trimakasih?



-- Kasto (Tumbang Samba)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Pada prinsipnya, seseorang tidak boleh melakukan satu shalat fardhu dua kali untuk waktu yang sama, kecuali jika shalat pertama memang dihukumi batal atau tidak sah karena adanya syarat/rukun yang tidak terpenuhi atau adanya faktor pembatal lain.

Tapi bagi seseorang yang telah melakukan suatu shalat fardhu tertentu, seperti shalat maghrib tiga rakaat misalnya, yang telah memenuhi syarat dan rukun, sehingga dihukumi telah sah, dimungkinkan dan ditolerir baginya, karena alasan-alasan tertentu,  untuk melakukan shalat lagi seperti bentuk shalat yang telah dilakukannya itu, yakni shalat tiga rakaat persis seperti shalat maghrib, dimana yang tampak seolah-olah merupakan pengulangan, namun sebenarnya itu bukanlah pengulangan. Karena shalat kedua itu status hukumnya sebagai shalat sunnah.

Hal seperti itu pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, karena beberapa sebab tertentu. Nah kondisi yang Anda alami dan lakukan itu termasuk salah satu alasan dimungkinkannya seseorang untuk "mengulang" shalat fardhu dua kali. Dimana shalat pertamalah, yang Anda lakukan sendirian itu, yang berstatus sebagai shalat fardhu maghrib bagi Anda. Sedangkan shalat kedua dimana Anda menjadi imam itu dihukumi sebagai shalat nafilah atau sunnah. Sementara shalat para jamaah yang menjadi makmum Anda juga sah. Seperti yang pernah dilakukan oleh Sahabat Mu'adz bin Jabal ra dalam hadits shahih.

Demikian jawaban singkat dari kami, semoga bermanfaat.

 



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA