Calon Suami Seorang Pegawai Bank


Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.

Bulan juni kemarin saya menerima lamaran dari calon suami saya dan insya Allah pernikahan kami akan diadakan kurang lebih 3 bulan lagi. Calon suami saya adalah seorang pegawai bank konvensional yang masa kontraknya berakhir juli tahun depan. Karena pernikahan kami sebentar lagi saya mulai merasakan kebimbangan mengingat calon suami adalah pegawai bank dan saya takut dinafkahi dengan harta hasil riba. Saya meminta calon saya untuk resign dari bank tapi saat ini dia tidak sanggup untuk membayar pinaltinya yang cukup besar bagi dia. Tapi dia berjanji begitu kontraknya selesai dia akan segera resign dari kantornya. Saya sempat berfikir untuk menunda pernikahan sampai dia resign tapi dia ingin menyegerakan pernikahan karena takut akan lebih banyak dosa yang dibuat jika menunda menikah. Tapi saya tidak siap jika harus memakan harta hasil riba. Bagaimana kiranya solusi atas permasalahan saya ? Jazakillah khairan katsiran. 



-- Dila (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Menurut pendapat kami, dengan mempertimbangan besarnya dosa riba sebagai Allah firmankan dalam Al Qur'an suroh Al Baqoroh ayat ke 275-279, maka akan lebih baik untuk sementara ditunda pernikahannya hingga calon anda benar-benar resign dari pekerjaannya

Komunikasikan musyawarahkan hal tersebut dengan keluarga besar anda dan keluarga besar calon suami anda tersebut dengan cara yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Untuk calon suami yang katanya takut berbuat haram bila tidak segera menikah, maka sarankan untuk benyak berpuasa sunnah sebagaimana ajuran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA