ADAB TERHADAP ORANG TUA

Akhlaq, 16 Juli 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Ustadz, saya ingin bertanya tapi izinkan saya untuk menjelaskan duduk permasalahan nya terlebih dahulu.

Ayah saya meninggal ketika usia saya 2 th. Lalu setahun kemudian ibu saya menikah lagi.  Setelah ayah saya meninggal, saya sering dititipkan ke rumah kakek (dari ayah) lalu malam ny saya diantar ke rumah ibu saya. Tapi suatu hari, ketika saya diantar kerumah ibu saya, ternyata tidak ada orang disana begitu juga dengan perabotannya, ini saya melihat sendiri dan saya masih sangat ingat ustadz. Ternyata setelah dicari oleh keluarga ayah saya, ibu saya pergi ke luar negeri menjadi TKW tanpa pamit ke keluarga ayah, begitupun perihal menitipkan saya. Tentunya keluarga ayah saya sangat marah. 

Selama 20 tahun ibu saya setiap pulang ke Indonesia tidak pernah menengok saya, padahal beliau tau dimana rumah kakek, dan masih 1 desa. Hal ini juga membuat keluarga ayah saya marah dan melarang saya bertemu dengan beliau sampai kakek saya sakit ketika tau saya diam2 mencari ibu saya. Hal ini membuat saya juga berhenti mencari demi menghormati keluarga ayah saya . Tapi saya tidak ingin durhaka dan ingin bertemu serta mendapat penjelasan atas apa yang sudah ibu saya lakukan. Setahun lalu, saya cari beliau diam2 dan alhamduliah kami bertemu, saya sering main kerumah beliau. Saya juga sering memberi ke ibu saya dan anak2 nya (maaf bukan bermaksud riya), tapi ibu saya tidak pernah bertanya kabar saya, selalu saya yg jelaskan sendiri. Beliau lebih sering cerita kehidupannya selain itu juga lama kelamaan ibu saya dan suami nya sering pinjam uang ke saya, saya kasih jika saya ada rejeki. Tapi makin kesini sering sekali memaksa, sampai pada suatu ketika tabungan saya habis, ibu saya lalu menyuruh saya meminjam kepada calon suami saya dan keluarganya, saya tolak secara halus karena saya merasa tidak enak pada keluarga calon suami saya, tapi ayah tiri saya malah mengusir saya dari rumahnya. Ibu dan ayah tiri saya telepon saya hanya kalo butuh uang. Saya kasih selama saya memang ada.

Tapi ustadz sejujur nya hati saya sedih, bukan saya tidak ikhlas, tapi mengapa ibu saya justru seperti memanfaatkan saya begitu apalagi beliau sering telepon saya suruh buru2 datang kerumah nya saat itu juga hanya untuk hal itu, padahal saya sedang kerja dan tidak bisa keluar kantor. mengingat beliau tidak pernah menengok, menanyai kabar, memberi nafkah saya selama 20 th ini. 

Yang ingin saya tanyakan :

1.Apakah saya berdosa  ustadz kalau saya tidak datang kerumah nya dulu untuk beberapa waktu (karena hati saya sedih mengingat semuanya diluar harapan saya setelah bertemu) karena setiap datang kerumah selalu ditagih uang ?

Mohon maaf jika terlalu panjang. Saya berharap ustadz berkenan menjawab. Sebelumnya juga saya ucapakan terima kasih banyak.

Wassalammualaikum Wr.Wb.



-- Tikha (Kuningan)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari Tikha yang dirahmati ALLAH SWT.

Semoga kemudahan  hidup ALLAH berikan kepada anda termasuk bisa membantu ibunda meskipun ibunda seperti itu sikapnya.

Anda tetap anak dari ibunda. Dan sebagai anak punya kewajiban berbakti kepada beliau. Bahkan berbuat baik kepada orang tua di sejajarkan setelah menyembah ALLAH SWT:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ( QS. Al Isra' )

Anak berbakti kepada orangtuanya adalah kewajiban tanpa syarat orangtuanya harus amanah dalam mendidik anak. Tidak berkurang kewajiban anak dalam berbakti kepada orangtua gara-gara ada kekurangan orangtua dalam mendidik anaknya.

Termasuk membantu keuangan ibunda. Jangan mengeluh , karena ketika anda memberi ibunda sebenarnya anda sedang memberi diri anda sendiri. Dan kalau anda sekarang anda tidak dulu bertemu dahulu dengan beliau dengan alasan membenahi hati anda agar bisa menerima keadaan ini dengan rido, silahkan tidak mengapa.

Walaupun harus didudukkan pula tugas ayah tiri andalah yang menanggung nakah anak istri. Lakukan hal ini dengan cara sebaik-baiknya.

Seoga anda semakin bahagia karena bakti anda kepada ibunda dan rezqi semakin melimpah.

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi