Ketidakharmonisan Dalam Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 9 Agustus 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum, mohon maaf saya mau tanya, saya seorang istri umur 28 tahun. saya sudah menikah dengan suami kurang lebih 6 tahun. kami sudah dikaruniai anak perempuan 1 umur 4 tahun. Yang ingin saya tanyakan, dalam rumah tangga kami sering cekcok mulut hal sepeleh pun yang akhirnya suami saya sering menghina saya. Hal ini sudah terjadi sejak 3 bulan setelah menikah. Saya mencoba untuk tidak diambil hati atas ucapan yang suami saya katakan pada saya. Di saat marah dia sering melontarkan kata kata pada saya contoh babi bangsat jahannnam pelacur sampah. Setiap bertengkar kata2 kotor itu sangat menyakitkan saya sehingga membuat saya tidak bisa memenuhi syahwatnya. Timbul kecewa. Tapi saya tetap melayani kebutuhan fisik suami tapi tidak untuk syahwatnya. Padahal demi Allah saya tidak ada laki2 lain yang saya sukai. Dia fitnah saya karena sya mencintai laki2 lain. Saya pun kadang terpaksa melayani syahwat nya semata2 karna takut kepada Allah, tapi dalam pernikahan saya belum pernah merasakan nikmatnya hubungan badan suami istri. Padahal sebelum saya melakukan dg suami sy meruqiah mandiri agar saya ikhlas melayani nya. Tapi sakit yang saya rasakan. Mohon jwbn nya ustadz, ap yg seharus nya saya lakukan. Di lain sisi sy malu jika rumah tangga saya harus cerai dan sy kasihan pd anak sy, di lain sisi jg sy tidak bs merasakan keharmonisan dlm rmh tangga. Cnth hal sepele. Suami memanggil istri dg kata hei, bos, eh . Dia tidak mau panggil sy dg nama atau adek ap lagi syg. Seumur pernikahan kami dia jg belum pernah minta maaf duluan, pdhl skrg dia sudah berubah sdh sholat ngaji kdg ikut kajian. Yg bikin sy miriss dia seorg yg pendiam dan baik di mata warga dan keluarga. Tp tidak di dlm rumah tangga saya



-- Mita (Bangka Belitung)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Mita yang dirahmati ALLAH SWT. 

Saya simpati sekali dengan sikap anda  kepada suami anda. Saya yakin akan terjadi perubahan yang semakin baik. Keluarga sakinah dan selalu mendapat rahmat ALLAH SWT.

Proses menuju keluarga anda yang semakin bahagia harus anda jalani dengan kesabaran ekstra;

1. Anda harus bersyukur kepada ALLAH SWT karena anda dikaruniai kesabaran dan kondisi anda yang mulai berubah. Bersyukurlah pasti tambah bahagia.

2. Berusaha lebih ekstra lagi untuk menghindari terjadinya cekcok yang menyebabkan  suami anda marah sampai caci maki tidak karuan. 

3. Yakinlah bahwa Kebahagiaan seorang istri adalah ketika ia mampu membahagiakan suaminya. Maka rasakan manisnya usaha anda untuk tetap mendapingi dan melayani suami . Manis ini yang harus menjadi rasa dalam diri anda. Katakan pada diri anda .." Aku Bahagiaaaa".

4. Ajak  suami anda silaturrahim ke Ustadznya dan minta nasehat pada beliau tentang keluarga sakinah.

5. Ibadah yang semakin khusu', berdoalah ,menangislah kepada ALLAH SWT. Pasti hati anda lapang, sambil mengingat selalu kebaikan-kebaikan suami anda sehingga menutupi pengaruh buruk cacian dan makian suami anda.

Semoga kebahagiaan selalu anda rasakan dalam kondisi apapun

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi