Pembatalan Gugatan Cerai

Pernikahan & Keluarga, 24 September 2018

Pertanyaan:

Assalamuallaikum wr.wb..saya ingin bertanya Saya sudah melakukan gugatan cerai terhadap suami saya dan sudah ketuk palu pada tgl 5 maret kemarin. Tapi sampe sekarang akte cerai belum keluar sedangkan suami saya tetap tidak ingin bercerai tetap ingin rujuk. apakah saya bisa melakukan pembatalan gugatan cerai saya dan bagaimana cara nya..terima kasih mohon di jawab?



-- Yuniarty Puspitasari (Bekasi)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

ibu yang dirahmati Allah, ibu tidak bisa membatalkan gugatan ceria atau khulu' ibu terhadap suami Anda. tapi ibu bisa melakukan nikah kembali ,dengan pernikahan baru. yaitu dengan akad nikah baru.

Khulu’ (gugatan cerai)adalah fasah(pembatalan akad nikah),bukan talak. Karena itu dia memiliki hukum yang berbeda dengan talak.  Diantara perbedaannya adalah bahwa khulu’ memiliki masa iddah satu kali haid,sebagaimana sabda rasulullah saw:

أَنَ امرَأَةُ ثَابِت بْنِ قَيْس اخْتَلَعَتْ مِنْهُ فَجَعَلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّ تَهَا حَيْضَةً

“Sesungguhnya isteri Tsabit dan Qais meminta pisah (Al-Khulu) darinya, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan iddahnya sekali haidh” [HR Abu Dawud, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam shahih Abu Dawud, no. 2229.

Sementara masa iddah talak adalah tiga kali haid,jika ditalak dalam keadaan tidak hamil,adapun jika ditalak dalam keadaan hamil,maka masa idahny adalah samapai  melahirkan.

karena itu seorang wanita yang malukan gugatan cerai diperbolehkan menikah lagi atau ruju, dengan suaminya jika dia telah selesai masa idahnya yaitu satukali haid,dengan pernikahan baru. (asy)



-- Amin Syukroni, Lc