Taaruf

Pernikahan & Keluarga, 28 September 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum. Saya mau bertanya, saat ini saya sedang berproses taaruf dengan seorang ikhwan. Dari hasil perkenalan dan cerita ustadzah saya, ikhwan tersebut insyaallah adalah seorang yang sholeh dan memiliki visi misi hidup yang sama dengan saya.

Namun, yang membuat saya ragu, saya tidak memiliki ketertarikan fisik dengan ikhwan tersebut. Bisa dikatakan, secara fisik, beliau buka tipe yang saya harapkan.

Yang ingin saya tanyakan, sejauh mana faktor ketertarikan secara fisik mempengaruhi kebahagiaan dalam pernikahan?

Dan apakah boleh jika saya menolak ikhwan yang agamanya baik dg alasan tidak tertarik secara fisik.

Mohon jawaban dan nasehatnya.

Syukron. Jazaakumulloh khoyron katsir.



-- Ifah (Malang)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari Ifah yang dirahmati ALLAH SWT.

Kebebasan untuk memilih calon pasangan itu bukan saja pada laki-laki, namun wanita juga punya hak untuk memilih dan juga hak untuk menolak, meski alasannya hanya masalah tampang yang kurang menarik.

Hal itu dibenarkan dan ada dasarya dari sumber hadits yang terpercaya, misalnya hadits berikut ini :

Dari Ibnu Abbas ra berkata bahwa Jamilah binti Salul mendatangi Nabi SAW dan berkata,”Demi Allah, aku tidak mencela Tsabit (suaminya) dalam masalah agama dan akhlaqnya. namun aku membenci kekufuran dalam Islam.” Maka Rasulullah SAW berkata,”Apakah kamu siapa untuk mengembalikan kebun kepada suamimu ?”. Dia menjawab, “Ya”. Maka beliau memerintahkan Tsabit untuk mengambil kebun Jamilah tanpa tambahan”. (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat Tabari dijelaskan bahwa yang menjadi alasan Jailah untuk minta cerai dari suaminya itu adalah karena sumainya (Tsabit bin Qais) kulitnya hitam legam, pendek dan mukanya jelek.

Kalau anda perhatian, kasus itu justru setelah mereka suami istri. Dan logikanya, kalau sudah suami istri saja boleh minta cerai dari suami lantaran wajah suami tidak menarik, maka menolak lamaran calon suami pun lebih boleh lagi lantaran wajahnya tidak menarik.

Boleh di sini  bukan berarti harus. Bisa saja cinta kepada agama dan akhlak dan visinya lebih besar dari standar rupa dan fisik. Ini sebagai pertimbangan. Karena faktanya belum tentu wajah dan fisik idola mendatangkan bahagia. 

Semoga ALLAH menjaga hati anda untuk memilih dengan bijak dan penuh cinta  yang tumbuh bukan dari satu arah.

WaLLAHU a'lam

 



-- Selamet Junaidi