Mertua Dan Istri Dalam Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 4 Oktober 2018

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr, wb.

Saya mau bertanya sekitar masalah keluarga. Setiap bulan suami saya memberikan gajinya untuk keperluan bulanan saya, mertua dan ibu saya di kampung. Permasalahan yang saya hadapi adalah diluar keperluan bulanan itu mertua sering meminta uang kepada suami saya dan suami selalu memberinya karena memang itu kewajibannya padahal kadang keuangan kita sedang pas pasan tapi suami tak pernah menolak. Tetapi saat keperluan saya sedang membengkak dan uang belanja kurang saya minta tambahan ke suami selalu dihitung hutang dan nanti dipotong uang bulanan. Puncak masalahnya adalah saat mertua sakit dan suami saya memberi uang untuk operasi atau berobat. uang dari suami saya diterima sama mertua tapi mertua saya memilih fasilitas bpjs gratis dari pemerintah. Disitulah saya marah karena kadang keuangan pas pasan dibelain buat mertua tapi ternyata uangnya tidak dipakai buat berobat malah cari yang gratis. Sekarang kebutuhan sedang membengkak dan mertua saya pengen k flores suami malah menjanjikan ongkos k flores buruan saya protes malah jadi masalah. Memang secara islam kedudukan mertua lebih tinggi daripada istri. Tapi harus seperti itukah suami memperlakukan istrinya?? Apakah istri cukup dengan uang bulanan dan tidak peduli lainnya?? Apa yg harus saya lakukan agar permasalahan saya n suami tidak berkelanjutan?? Mohon solusinya.

 

Terimakasih

 

Wassalamu'alaikum, wr.wb



-- Hamba Allah (Jakarta Timur)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari Hamba ALLAH yang dirahmati ALLAH SWT.

Banyak dalil yang menunjukkan wajibnya seorang suami memberi nafkah kepada istri. Allah Ta’ala berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa: 34).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ‘dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka‘: “yaitu berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Allah wajibkan kepada para lelaki untuk ditunaikan terhadap istri mereka” (Tafsir Ibnu Katsir,).

Allah Ta’ala juga berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath Thalaq: 7).

Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar Asy Syanqithi mengatakan, “Para ulama menyatakan, dalam ayat yang mulia ini, ada 2 perkara penting:

  1. Wajibnya nafkah, yaitu dalam kalimat  لِيُنفِقْ. Sehingga memberi nafkah pada istri hukumnya wajib.
  2. Nafkah dikaitkan dengan keadaan si suami.  Jika suami adalah orang kaya, sesuai dengan apa yang Allah karuniakan baginya dari kekayaannya. Jika suami miskin, maka semampunya sesuai dengan apa yang Allah berikan padanya dalam kondisi miskin tersebut” 

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

كفى بًالمرء إثما أن يضيع من يقوت

cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya” (HR. Abu Daud 1692, Ibnu Hibban 4240,)  

Semoga bisa tambah bersabar dan ridlo menghadapi suami yang berbakti kepada orangtuanya. Berhusnuzhanlah semoga bakti suami anda kepada orangtuanya akan berdampak baik dan keberkahan bagi keluarga anda.

Kalau ada kebutuhan keluarga membengkak tetap saja itu kewajiban suami ,bukan jadi hutang istri. Nah pada saat yang terbaik tanpa menyinggung masalah mertua anda, karena itu sangat sensitif. berikan catatan kebutuhan keluarga yang sesungguhnya. Lakukan dengan nuansa kelembutan dan hormat kepada suami anda.

Semoga suami anda luluh hatinya dan sadar akan sikapnya kepada anda.

WaLLAHU alam



 



-- Selamet Junaidi