Cara Bertindak & Kata-kata Mengancam

Pernikahan & Keluarga, 5 November 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, Saya mau tanya kalau seorang suami selalu mengeluarkan kalimat, "mending pisah saja" dalam cekcok rumah tangga, apakah artinya kami di mata hukum agama sudah seharusnya pisah. Pada waktu berantem, suami bawa-bawa pisau dia minta, ada ancaman bahwa "kalo anak-anak gak boleh ikut dia 1 orang saja, mending kita bedua mati aja" Apa sebaiknya yang saya lakukan?

Kami sepakat pisah ranjang, tapi suami mencoba untuk rujuk, jadi tidak mau pisah ranjang. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Jauh dalam hati saya tidak mau meneruskan pernikahan ini. Sebenernya masih banyak yang mau ditanyakan, tapi sementara ini dulu



-- Dinda (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Salah satu kata kunci untuk menjaga hubungan baik suami istri itu adalah komunikasi (siap memberi masukan dan siap untuk diberi masukan), yang karenanya bila ada masalah dalam rumah tangga, seharusnya segera dikomunikasikan untuk mencari solusinya

Adapun yang berkaitan dengan yang anda tanyakan, maka jawabanya adalah sebagai berikut :

1. Ketika suami mengatakan kepada istri : "Mending kita pisah saja", maka jatuh atau tidaknya talak, akan ditentukan oleh niat suami saat mengacapkan kata-katanya tersebut, kalau dengan ucapannya tersebut ia mempunyai niat talak, maka jatuh hukum talak, tetapi kalau tidak ada niat talak, maka tidak jayum talak

2. Saat suami sedang emosi dengan diseretai membawa pisau, sebaiknya anda segera menghindar, pada saat kemudian reda emosinya, maka komunikasikan, agar suami tridak lagi mengulang perbuatannya yang memahayakan tersebut

3. Pisah ranjang itu boleh dilakukan dalam rangka mencari solusi saat ada masalah, namun sebaiknya tidak terlalu lama

Tetapi ketika upaya perbaikan dengan optimal sudah tidak lagi bisa memberkan solusi dari upaya perbaikan, maka talak adalah upaya terakhir yang bisa ditempuh

Demikian, semoga senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA