Orang Tua

Lain-lain, 17 November 2018

Pertanyaan:

assalamualaikum.

saya mau tanya gimana cara menyadarkan ayah saya yg sangat keras hati dan mungkin juga hatinya sudah tertutup. dan ayah saya juga sering sekali memaki2 saya dengan kata2 yg sangat menyakitkan buat saya, dan dia juga tidak tau malu, kadang dia memaki saya saat lagi diluar dan itu lagi ada tetangga.

terus juga waktu itu juga saya ada panggilan interview di luar kota, dan saya minta izin lalu dia bilang "saya tidak berpikir dan ga ada otaknya, lalu keluar kata2 yg menyakitkan lainnya". dan saya pun tidak ikut interview tersebut. sampai sekarang belum ada panggilan kerja buat saya lagi.

pak ustadz tolong beri petunjuk gimana caranya harus menghadapi ayah saya yg aeperti ini.



-- Cara Bakti Kepada Orang Tua Yang Sangat Dzolim Ter (Pekanbaru)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Ada sebuah riwayat dalam Al-adabul Mufradnya al-Imam Bukhari yang bisa dijadikan jawaban atas pertanyaan anda tersebut di atas.

Ibnu Abbas Rodhiyallâhu ‘Anhu, ia berkata :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ لَهُ وَالِدَانِ مُسْلِمَانِ يُصْبِحُ إِلَيْهِمَا مُحْتَسِباً ، إِلَّا فَتَحَ لَهُ اللهُ بَابَيْنِ – يَعْنِي : مِنَ اْلَجَّنةِ – وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدٌ ، وَإِنْ أَغْضَبَ أَحَدُهُمَا لَمْ يَرْضَ اللهُ عَنْهُ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ ، قِيْلَ : وَإِنْ ظَلَمَاهُ ؟ قَالَ : وَإِنْ ظَلَمَاهُ

Tidak seorang pun dari kaum Muslimin yang mempunyai kedua orang tua beragama Islam yang berbakti kepada mereka berdua dengan mengharap pahala (dari Allah) melainkan Allah akan membukakan dua pintu –maksudnya pintu Surga- untuknya. Jika tinggal salah satu dari keduanya yang masih hidup, maka yang akan dibukakan adalah satu pintu. Jika dia menjadikan salah satu di antaranya marah, Allah tidak akan ridha (kepadanya) hingga orang tuanya ridha kepadanya.“ Lalu ada yang bertanya, “Meskipun kedua (orang tua)nya itu menzaliminya?” Ibnu Abbas menjawab, “Meskipun keduanya menzaliminya,” (Hasan dengan dua jalan)

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Luqman as-Salafi, Rektor Universitas Islam Ibnu Taimiyah, Darussalam – India, dalam Syarah Adabul Mufrad menjelaskan beberapa hal terkait dengan hadits tersebut. Diantaranya:

  1. Maksud dari Wain Dzolamâhu (meskipun ia mendzalimimya) adalah keduanya (orang tua) mendzaliminya dalam berbagai perkara dunia.
  2. Berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua adalah wajib, walaupun keduanya telah menzalimi anak dalam perkara dunia.
  3. Derajat hadits di atas dhâ’if, akan tetapi makna yang dikandungnya dapat dibenarkan.                                                                                                                                                                                                                           Jadi, kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua tetap harus ditunaikan meski kedua orang tua berbuat dzalim.

 

Dari keterangan tersebut, bisa dipahami bahwa kesalahan atau kedzaliman yang pernah dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk marah kepada orangtuanya. Dengan kata lain, kita tetap wajib berbuat baik kepada kedua orangtua meski mereka pernah berbuat dzalim kepada kita anaknya.

Semoga kita termasuk anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita . Âmîn Yâ Robbal ‘Âlamîn.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA