Haruskah Meminta Maaf Langsung

Pernikahan & Keluarga, 23 November 2018

Pertanyaan:

assalamu'alaikum. ustadz ijin bertanya, ketika di masalalu pernah melakukan zina dengan suami orang dan sudah bertobat haruskah meminta maaf kepada istrinya sedangkan tidak tahu dimana tempat tinggalnya dan haruskah mencari keberadaan istrinya agar mau memaafkan kesalahan di masa lalu



-- Yati (Tangerang)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudari Yati yang dirahmati ALLAH SWT.

Anda sedang mendapat karunia besar dari ALLAH SWT,bertaubat. Semua orang pasti melakukan kesalahan dan pelanggaran tetapi yang terbaik diantara meraka adalah yang bertaubat.

Berzina itu hubungan pelanggaran anda dengan ALLAH. Maka rahasiakan dosa ini kepada siapapun sampai mati… Rahasiakan sekalipun dengan orang terdekat anda.

Menceritakan hal ini kepada orang lain justru akan menimbulkan masalah baru. Simpan kejadian ini untuk diri anda sendiri, karena orang lain tidak memiliki kepentingan dengannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . .

Berdasarkan kasus ini – Sahabat Maiz yang mengaku berzina – menunjukkan bahwa dianjurkan bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus zina untuk bertaubat kepada Allah – Ta’ala – dan menutupi kesalahan dirinya, dan tidak menceritakannya kepada siapapun.

Lalu beliau mengatakan,

وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب..

Dan ini juga yang ditegaskan as-Syafii Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

Saya menyukai bagi orang yang pernah melakukan perbuata dosa, lalu dosa itu dirahasiakan Allah, agar dia merahasiakan dosanya dan serius bertaubat kepada Allah… (Fathul Bari, 12/124).

Semoga ALLAH Yang Maha Rahiim menerima taubat anda dan mendapat pasangan terbaik.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi