Masalah Utang Piutang Keluarga Besar Ibu Saya Dan Saya Sebagai Seorang Suami Dan Kepala Rumah Tangga

Lain-lain, 11 Desember 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz, Nama saya soleh, saya anak ke 3 dari 4 bersaudara di keluarga besar saya dan saya sudah punya keluarga kecil dianugerahkan 2 orang anak, lelaki dan perempuan alhamdulillah sudah sepasang dan masih umur balita yang paling besar 4 tahun yg kecil 3 tahun.

Saya mau bertanya pak ustad ?

Saya bigung dengan kondisi saya, masalah yg kami hadapi di keluarga besar saya, saya mempunyai adik yang dahulu telah berbuat kesalahan yang berurusan dengan pihak berwajib sampai 2x, alhamdulillah yang pertama saya bisa bantu dan ada jalan keluarnya lalu terjadi lagi di kasus yg ke 2 dimana adik saya melibatkan temannya berurusan dengan pihak berwajib dan kami sekeluarga di minta tanggung jawab. 

Saya bigung, harus gimana karena nilainyapun terlalu besar, dimana dari 4 orang bersaudara dari anak anak ibu saya tidak bisa membantu, hanya sayalah sendiri yang pasang badan, dalam kondisi ini adik saya sendiri tidak ada rasa tanggung jawabnya sedikitpun untuk menghadapi kasusnya dia menghindar imbasnya saya yang di kejar, dan ibuku yang sudah tidak bersuami lagi harus menanggung ulah adik saya juga. Saya bigung harus gimana karena kondisi ini saya dengan penghasilan pas pasan dan untuk keluarga kecil saya terkadang kurang tercukupi yg saat ini lebih banyak ke keluarga saya akibat ulah adik saya sendiri. 

Ada yg saya pikirkan : 

1. Ibu saya juga masih punya hutang banyak, saya juga tidak tega melihat ibuku mencari rejeki untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar utang yg lain

2. Adik saya umur 24 thn tidak bertanggung jawab dan hanya bisa diam dan yg berurusan pasti lari kesaya.

3. Dikeluarga kecil saya juga kurang menikmati penghasilan dari saya karena sebagian besar menutupi ulah adik saya.

* masih banyak lagi kronologinya, kalau dijelaskan amatlah sulit untuk di ketik.

Kira kira saya harus bagaimana dan minta pencegahannya. 

Terima kasih sebelumnya

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarokatu 



-- Mohammad Soleh (Jakarta Pusat)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudara Muhammad Soleh yang baik hati.

Sangat baik bila kita menjadi QURRATU A'YUN ( PENYEJUK HATI) bagi orangorang yang kita cintai. Qurratu a'yun adalah pribadi yang selalu membuat senang orang-orang di sekitarnya. Seperti doa ang ALLAH SWT ajarkan kepada kita:

 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ( QS. Al Furqon 74 )

Istimewa sekali bila Anda mampu membahagiakan Istri , ibu, anak dan saudara.

Tapi Ibu dan saudara Anda itu bukan hanya kewajiban anda tapi saudara-saudara yang lainnya juga. Maka semua anggota duduk bersama membicarakan solusinya. Sehingga bisa melahirkan kesepakatan besama sehingga bisa meringankan beban semua pihak.

Diantara agenda yang harus disepakati:

a. Ibu dan adik tidak mudah berhutang lagi bila perlu stop.

b. Sang adik harus berani bertanggung jawab atas keputusannya sendiri sementara saudara yang lain sekedar membantu, itupun bila mampu karena ada kewajiban yang lebih utama yakni kepada keluarga masing-masing. Dan sang adik harus berjanji tidak lari dari tanggung jawab serta jelas jadwal pembayaran hutangnya.

c.  Semua pihak harus tekun melantukan doa terlepas  dari lilitan hutang seperti yang diajarkan RasuluLLAH SAW:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

[Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu]

(HR. Tirmidzi no. 3563, hasan menurut At Tirmidzi, begitu pula hasan kata Syaikh Al Albani

Semoga ALLAH SWT memberi kemudahan kepada keluarga bapak Muhammad Soleh

WaLLAHU a'lam

 

 



-- Selamet Junaidi