Selingkuh

Lain-lain, 14 Desember 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb

Saya seorang istri dari pernikahan yang sudah 13 tahun. Dan selama 13 tahun itu pula suami saya selalu mempunyai wanita lain walaupun hanya sekedar chat via wa. Dia beralasan dan selalu meyakinkan saya bahwa semua itu hanya di dunia maya. Dan maaf pak ustadz, ada beberapa dari wanitanya itu yang sampai di ajak "ps" atau phone sex. Disini saya amat sangat marah besar, dan suami saya selalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Awalnya saya percaya, tapi beberapa tahun belakangan ini suami saya mulai "kelewat batas" dari mulai sekedar chat, sampai kemarin rela menempuh jarak jakarta-magelang hanya demi menemui wanita lain. Namun memang setau saya, tidak terjadi apa-apa dalam pertemuan itu.

Dan sekarang, suami saya ada wanita lain lagi. Memang hanya di dunia maya karena lokasinya yang jauh. Suami saya di Sukoharjo, perempuan itu di Bekasi. Namun dari intensitas komunikasi dan isi dari chat-chatnya, saya mulai khawatir dan sangat-sangat terganggu pak ustadz. Seketika itu juga saya  marah besar sampai saya harus memgungsi di rumah mertua. Kemudian suami saya meminta maaf, dan saya meminta nya untuk memblokir semua nomer dan akun dari perempuan itu. Namun yang terjadi diluar dugaan pak ustadz, setelah suami saya memblokir, perempuan itu marah-marah dan akan menbongkar semua aib suami saya pak ustadz, sampai-sampai video suami saya akan di sebarkan jika suami saya masih memblokirnya, padahal dalam hal ini perempuan itu sudah mempunyai tunangan pak ustadz. Akhirnya suami saya menuruti kemauan perempuan itu untuk membuka blokiran dan masih berhubungan sampai saat ini pak ustadz. Memang hubungan ini hanya online pak ustadz, namun kelakuan suami saya sungguh-sungguh amat sangat membuat saya  malu dengan diri sendiri terlebih di hadapan Allah SWT. 

Saat ini saya bingung pak ustadz, jujur saya sudah tidak kuat dengan keadaan ini. Saya pernah bilang sama suami saya untuk pisah saja namun suami saya tidak mau dan malah mengancam saya untuk bunuh diri, dan bahkan membawa anak-anak saya pak ustadz. Apa yang harus saya lakukan pak ustadz, menghadapi suami yang mempunyai kelainan sexual seperti ini. Memang di dalam keluarga dia suami yang baik, yang romantis, tanggung jawab, sayang sama istri dan anak-anaknya. Namun kebiasaannya yang selalu memiliki wanita lain dan suka ber "ps" inilah yang mengganggu pikiran saya pak ustadz. 

Mohon bantuan pak ustadz, langkah apa yang harus saya tempuh pak ustadz. Segala upaya dan doa tidak henti saya panjatkan pak ustadz, namun sampai detik ini tidak juga ada perubahan dari suami saya pak ustadz

 

Terimakasih sebelumnya 

 

Wassalam



-- Juningsih (Sukoharjo)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Juningsih Yang dirahmati ALLAH SWT.

Semoga perjalanan keluarga Anda semakin memunculkan kepribadian nan tulus dalam ikatan cinta suci karena ALLAH semata. Munculnya istri SETIA yang selalu memperindah penampilan suaminya. Untuk itu menghadapi suami yang seperti ini lakukanlah:

1. Jaga ketulusan hati Anda melayani suami semata-mata karena ALLAH dengan sebuah prinsif bahwa ISTRI BAHAGIA adalah istri yang mampu membahagiakan suaminya. ALLAH yang menjamin bahwa setiap kebaikan yang dilakukan kepada orang lain hakikatnya untuk  yang melakukannya.

2. Perkuat keshabaran Anda untuk waktu yang agak lama karena suami anda sudah ketagihan dengan kebiasaan buruknya itu. Yakinlah bila Anda bisa bershabar menjalani proses dalam memperbaiki suami maka Anda dijamin ALLAH ganjaran tanpa hisab, maa syaa ALLAH.

3. Maaf tambah daya pikat Anda pada suami, jangan-jangan ada kelemahan Anda yang membuat suami anda tergoda dengan wanita lain. Tambah perhatian, kelembutan, kemesraan Anda pada suami sehingga dia tidak sempat chating dengan wanita lain.

4. Berdoalah dengan khusyu' dan menangis kepada ALLAH Yang Kuasanya tak mungkin terelakkan. dan selalu senandungkan doa Nabi Yunus a.s. : «لا إله إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ». Apapun doa bila disertai dengan doa Nabi Yunus ini akan terkabulkan:

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " دعاء ذي النون في بطن الحوت «لا إله إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ» لم يدع به رجل مسلم في شيء قط إلا استجيب له

Dari Nabi saw. beliau bersabda:

“Dua Dzin Nuun ( Nabi yunus ) di dalam perut Ikan (Tidak ada sesembahan  selain Engkau, Mahasuci Engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim )). Tidaklah seorang muslim berdoa  dengannya meminta sesuatu, pasti dikabulkan”.    ( HR.AbinDawud , Nasai )

5. Salam saya ke suami anda melalui nasehat ini:

Seorang laki-laki yang melakukan pembicaraan mesra secara tidak langsung (baik itu melalui chatting, bbm atau sejenisnya) dengan istri orang lain adalah orang yang telah melakukan dosa, begitu pula si wanita, sebab keduanya telah melanggar larangan Allah untuk tidak mendekati zina, sedangkan keduanya sengaja mendekatkan diri kepada zina dengan berbicara mesra. Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32 telah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Jawaban Kedua:
Adapun hubungan badan secara imajinasi dengan bantuan chatting atau yang semisalnya sebagaimana yang ditanyakan oleh penanya maka perbuatan tersebut juga merupakan perbuatan dosa, disamping karena itu mengantarkan kepada zina kemaluan, itu juga bisa masuk dalam zina majazi, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Jawaban Ketiga:
Seseorang yang menjalin hubungan dengan pasangan sah orang lain sampai-sampai jalinan hubungan terlarang tersebut menyebabkan terjadinya perceraian pasangan yang sah itu maka sungguh ia telah berbuat keburukan yang nyata, ia telah melakukan perbuatan yang disukai oleh Iblis la'natuAllahi alaihi yaitu berusaha menghancurkan hubungan rumah tangga seseorang. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

إِنَّ إِبلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْماَءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُم فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا. قَالَ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air lantas ia mengirim kan tentara-tentaranya. Maka yang paling dekat kedudukannya dengan dia adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Datang salah seorang dari anak buah iblis menghadap iblis seraya berkata, “Aku telah melakukan ini dan itu.” Iblis menjawab, “Engkau belum melakukan apa-apa.” Lalu datang setan yang lain melaporkan, “Tidaklah aku meninggalkan dia (manusia) hingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.” Maka iblis pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan seraya memuji, “Engkaulah yang terbaik.” (HR. Muslim no. 2813)

Jawaban Keempat:
Menikahi wanita yang telah bercerai dari suaminya diperbolehkan bila wanita tersebut telah habis masa iddahnya dan tidak ada penghalang yang menghalangi keabsahan pernikahan seorang laki-laki dan wanita yang telah bercerai tersebut (misal si lakai-laki sudah beristri 4). Salah satu nash dalam masalah ini adalah firman Allah ta'ala dalam surat Al-Baqarah ayat 228:

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاثَةَ قُرُوءٍ وَلا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلاحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. tidak boleh mereka Menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Nasehat:
Sangat disayangkan sekali, sebagian dari pasutri ketika menemui kebuntuan dalam masalah rumah tangganya ia pergi ke orang lain berlainan jenis (yang bukan mahram) yang dianggap bisa menerima curhatnya dan bisa mengerti dirinya. Ketika itu terjadi, setan tidak akan tinggal diam. Ia akan menghiasi hubungan keduanya hingga setiap dari mereka merasa nyaman dengan pasangan curhatnya, dan merasa tidak nyaman dengan pasangannya yang sah. Muara dari keadaan ini biasanya adalah terjadinya perceraian dan rusaknya rumah tangga yang telah terbina sebelumnya.

Karena seorang wanita yang ingin bercerai dari suaminya merasa nyaman dengan laki-laki lain (teman curhatnya) maka ia menyangka bahwa apabila ia bercerai dan menikahi laki-laki tersebut maka ia akan bahagia. Sungguh ini tidaklah bisa dipastikan, sebab, bisa jadi ketika ia berumah tangga dengan laki-laki tersebut, laki-laki itu akan melakukan hubungan dengan wanita lain selain dirinya, sebagaimana laki-laki tersebut berselingkuh dengan dirinya, karena laki-laki itu punya sifat tidak puas dengan pasangannya dan suka berhubungan dengan wanita lain.

Di sisi lain, gambaran laki-laki baik dan pengertian yang ada di benak wanita yang melakukan perselingkuhan tersebut bukanlah gambaran yang pasti sesuai dengan kenyataan dari laki-laki selingkuhannya tersebut, sebab, bisa jadi kenyataannya berbalik 180 derajat, dan laki-laki itu ternyata buruk perilakunya. Kejadian ini tidaklah jauh beda dengan orang yang berpacaran, di mana pacar yang baik saat berpacaran belum tentu baik saat pernikahan terjalin.

 Semoga ALLAH selalu merahmati keluarga Anda.

WaLLAHU a'lam

 

 

 

 



-- Selamet Junaidi