Belum Tau Pasti

Pernikahan & Keluarga, 30 Desember 2018

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr. wb. Saya siswa kelas 1 SMA saya menjalin hubungan serius dengan lelaki yang berumur lebih dari 3 tahun dari saya sekarang dia sudah lulus SMK. dan dia memutuskan bekerja. Kami sepakat karna ingin terhindar dari zina dan kami pun memutuskan untuk menikah tetapi keluarga tidak mungkin mengizinkan. sehingga setelah dipikikirkan oleh pasangan saya itu kami ingin menikah siri tanpa mengganggu sekolah saya dan pekerjaan dia. pasangan saya itu dianggap belom mampu oleh keluarganya lebih lebih keluarga saya.sehingga kami tidak mungkin diizinkan menikah.Tetapi kami ingin terhindar dari zina dan bisa diakui oleh agama tanpa diakui oleh negara



-- Aini (Lotim)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ananda Aini yang dirahmati ALLAH SWT. Jangan tergesa-gesa memutuskan masalah apalagi ini masalah pernikahan. Pernikahan bukan saja menjaga dari zina, bisa menjaga kesucian diri, bisa melahirkan generasi idaman di masa depan, bisa semakin mendekatkan diiri kepada ALLAH atau menyempurnakan agama. 

Sebaiknya diurungkan dulu keinginan nikah siri. Apakah nikah siri akan menjamin ananda akan lebih tenang dan bahagia sambil sekolah lagi ditingkat menengah? Coba renungkan nggih semeton dedare sholah? 

Menikah itu membutuhkan persiapan mental,jiwa, harta dan indah sekali bila mendapat dukungan orangtua ( inek emek ).

Orang tua anda pasti setuju bila anda sudah siap maka persiapkan diri anda.

Adakan pendekatan dengan lebih santun dan hormat sebelum ananda memutuskan akan menikah karena seorang anak wajib mendapat ridho orangtua dan perwalian.

Ananda masih sangat muda bisa persiapan lebih matang menuju pernikahan.

Bersabarlah dan kuatkan kesabaran. Beri waktu calon suami anda untuk lebih mempersiapkan diri. Pasti orangtua sangat senang melihat anda sudah layak menikah.

Sekaran persoalannya menghindari zina bagaimana?

A. Ananda jangan melakukan pertemuan berduaan dengannya.Batasi pergaulan ananda dengannya. Tahan semuanya untuk saat ketika sudah resmi menjadi suami istri.

B. Buat kesepakatan untuk mempersiapkan segalanya lebih matang dan yang lebih penting berusaha mendapat ridho kedua orangtua agar lebih dijamin ananda berdua tidak melanggar dan bahagia yang sempurna dengan mendapat dukungan orangtua.

C. Ananda berdua harus rajin puasa sunnah sebagaimana sabda RasuluLLAh SAW:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'”

(  HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) )

Semoga ALLAH menjaga ananda berdua berjalan dalam rel yang benar sampai ke pernikahan.

WaLLAHU a'lam

 
 



-- Selamet Junaidi