Calon Istri Membantah Saat Di Nasehati

Pernikahan & Keluarga, 2 Januari 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustadz, Saya pria usia 25 tahun dan sebentar lagi insyaallah menikah. Namun mendekati hal tersebut saya ragu dan sangat ragu padahal saya sudah khitbah. Keraguan saya timbul saat tidak sepahamnya kami tentang sebaik karir wanita adalah dirumahnya dan menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Kebetulan calon saya ini wanita karir (dosen), makanya dia tidak sependapat dg argumen tersebut 

Namun keraguan saya bertambah saat dia membantah saat dinasehati jangan pikirkan perkakas rumah dulu apalagi sampai hutang. Yang paling penting saat ini yang perlu dipikirkan adalah persiapan ya. Karena menurut saya tempat tinggal dan isinya dipikirkan setelah menikah. Tapi dia malah membantah dengan perkataan yang tidak membuat saya cocok.

Yang ingin saya konsultasikan

1. Bagaimana menurut pendapat ustadz?

2. Apakah saya harus melanjutkan pernikahan ini?

3. Saya mohon saran dan nasehatnya!

Terima kasih, Wassalam

 



-- Bian (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Khitbah yang merupakan salah satu proses yang biasa ditempuh dalam sebuah pernikahan tidak menimbulkan hukum baru, kecuali larangan bagi laki-laki lain untuk meng-khitbah wanita yang telah dikhitbah tersebut

Yang karenanya senyampang belum diikat dengan akad nikah yang sah, sebaiknya dikomunikasikan dahulu dengan cara yang bijaksana perihal masalah-masalah prinsip untuk disepakati titik temu sehingga tidak berpotensi menjadi masalah di kemudian hari ketika sudah diikat dengan akad nikah yang sah

Ditengah proses komunikasi dengan calon istri, syogyanya dibarengi dengan upaya meminta petunjuk kepada Allah melalui jalan shalat istikharah memohon petunjuk kepada Allah hingga ada titik terang, apakah sebaiknya dilanjutkan sampai ke proses berikutnya yaitu akad nikah atau justru dibatalkan dengan cara yang baik

Semua upaya perlu dilakukan, karena salah satu tujuan pernikahan itu adalah mencari kedamaian yang dengan terwujudnya in syaa Allah suami istri akan dengan mudah bisa mengelola dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA