Membatalkan Khitbah

Lain-lain, 4 Januari 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz yang dimuliakan Alloh SWT, saya ingin bertanya. Saya akan menikahi seseorang wanita dan sudah sampai tahap khitbah. Namun tiba-tiba wanita ini mengaku bahwa sudah tidak perawan lagi artinya sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangannya ( pacarnya). Mendengar ini hati saya berkecamuk antar percaya dan tidak . Tentu saya sangat kecewa. Saya ingin menanyakan

1. Bagaimanakah langkah baiknya ustadz?lanjut atau batal?

2. Jika lanjut karena terpksa ( takut ortunya bersedih) bagaimanakah dikemudian hari nanti? Sementara rasa kecewa ini besar sekali

3. Jika batal alasan apa yang harus saya smpaikan ke keluarga saya ( sementara wanita ini minta untuk tidak diceritakan ke orang lain) haruskah saya berbohong?

 

Mohon pencerahannya 

 

 



-- Yanto (Malang)

Jawaban:

وعلسكم السلام ورحمة الله وبركاته

Mas Yanto ang dirahmati ALLAH SWT.

Semoga Anda bisa menghadapi dan memutuskannya dengan sebijak mungkin dan ALLAH berikan jalan terbaik dan paling membahagiakan Anda.

Semoga jawaban ini bisa pas di hati Anda:

1. Jangan keburu dibatalkan sebelum jelas masalah ini secara lengkap. Cari tahu dulu masalah ini dengan serinci mungkin. Justru ada nilai positip ketika calon Istri Anda berterus terang dengan apa yang telah terjadi pada dirinya. Sungguh terpuji jika itu hanyalah masa kelam yang benar-benar ia tinggalkan.

2. Maka Anda bisa menghargainya dan menerimanya bukan terpaksa menerimanya dan kecewa berat. Ingat RasuluLLAH saw pernah mengingatkan , siapakan orang yang terbaik itu;

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap bani adam berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah).

3. Tapi bila Anda membatalkan khitbah, wajib anda menutup aib tersebut apalagi dia sudah memberikan  kepercayaan kepada Anda. Dan tidak perlu berbohong. Tetapi cukup Anda mengatakan bahwa; Saya merasa tidok cocok dengannya.

Saya pribadi berpendapat, lanjutkan pernikahan Anda jika kejadian itu seperrti penjelasan saya pada jawabn no 1 dan 2.

Semoga ALLAH SWT memberikan keberkahan dan kebahagiaan yang istimewa karena Anda menerima kekurangan dan aib calon istri Anda.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi