Hukum Gaji

Fiqih Muamalah, 20 Maret 2019

Pertanyaan:

assalaamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh......

ustadz, saya kerja di sebuah instansi, awalnya ijazah saya D3 (hasil kuliah dengan baik). setelah beberapa tahun bekerja, saya di tawari oleh guru SMK saya untuk transfer ke S1 (saya di beri gambaran model kuliahnya jarak jauh atau belajarnya sistim modul seperti universitas terbuka). karena pas untuk saya yang sedang bekerja dan karena positif thinking dengan sang guru, saya setuju dan mengikutinya. tapi setelah proses pembayaran saya lunasi tidak pernah ada modul materi, tugas-tugas ataupun karya ilmiah. pada akhirnya ijazah muncul sekitar pada tahun ke 2. 

sebenarnya saya enggan menggunakan ijazah S1 saya, dan sempat saya simpan cukup lama. tapi karena atasan saya mengetahui bahwa saya sudah S1, maka ijazah saya pun di mintanya. karena untuk menjaga aib, saya berikan ijazah saya. akhirnya masuk lah saya dalam database berstatus S1. 

bagaimana hukum gaji saya itu, dan bagaimana solusi untuk saya...

mohon bantuannya ustadz.....barakallah fii umrik



-- Fulan (Sambas)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kelebihan gaji yang anda terima yang hitungannya didasarkan pada ijazah S1 (palsu) hukumnya haram, karena termasuk gharar atau penipuan

Solusi terbaiknya adalah anda berterus terang kepada atasan anda perihal status ijazah S1 anda tersebut dan mengembalikan kelebihan gaji yang telah anda terima dan tentunya anda wajib bertaubat kepada Allah 

Demikian, semoga Allah Allah berkenan untuk memberikan petunjuk kepada kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA