Sah Atau Tidak

Fiqih Muamalah, 21 Maret 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz. Apabila seseorang sedang berdzikir ketika selesai melakukan sholat dengan mengucapkan "laailaahaillallah" kemudian di hatinya terbersit atau terucap suatu nazar, apakah nazar tersebut sah walaupun tidak diucapkan dengan jelas secara lisan ?



-- Qistya (Pasuruan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Nadzar tidak sah atau belum disebut sebagai nadzar jika hanya sebatas niat dalam harti atau belum diucapkan dengan lisan. Misalnya seseorang berniat, jika dia lulus ujian tahun ini, akan bershadaqoh sekian juta karena Allah. jika masih sebatas niat semacam ini, maka belum dianggap sebagai nadzar yang sah, yang wajib untuk dilaksanakan.

Fairuz Abadzi – ulama syafiiyah – menegaskan :

ولا يصح النذر إلا بالقول

“Nazar tidak sah, kecuali diucapkan.” (Al-Muhadzab, 1/440) .

An-Nawawi dalam syarah Muhadzab memberikan penjelasan,

وهل يصح بالنية من غير قول … (الصحيح) باتفاق الأصحاب أنه لا يصح إلا بالقول ولا تنفع النية وحدها

Apakah nadzar sah semata dengan niat, tanpa diucapkan…(yang kuat) berdasarkan sepakat ulama madzhab Syafii, bahwa tidak sah nadzar kecuali diucapkan. Niat semata, tidak bermanfaat (tidak dianggap). (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/451)

Hal yang sama juga dinyatakan Al-Mardawi – ulama hambali – dalam Al-Inshaf,

ولا يصح (النذر) إلا بالقول ، فإن نواه من غير قول : لم يصح بلا نزاع

Nadzar tidak sah kecuali dengan diucapkan. Jika dia hanya berniat, namun tidak dia ucapkan, tidak sah nadzarnya, tanpa ada perbedaan pendapat. (Al-Inshaf, 11/118)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab.

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA