Harus Dilaksanakan Atau Tidak

Fiqih Muamalah, 21 Maret 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz. Saya mau bertanya. Apakah nazar yang membuat seseorang jauh dari Allah dan tidak diperbolehkan oleh agama tetap harus dilaksanakan atau bertentangan dengan perintah agama tetap harus dilaksanakan ?



-- Tya (Pasuruan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Nadzar adalah seorang mewajibkan sesuatu terhadap dirinya dalam rangkan ta’at kepada Allah.

Dan barang siapa yang bernadzar maka ia wajib melaksanakan nadzarnya, hukum wajib. Berdasarkan firman Alloh Ta’ala :

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” [ QS. Al-Insan : 7 ].

Juga berdasarkan sabda nabi –shollallahu ‘alaihi wa sallam- :

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّه فَلْيُطِعْهُ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللَّه فَلَا يَعْصِيهِ

“Barang siapa bernadzar untuk ta’at kepada Allah, hendaknya ia ta’ati Dia (Allah). Jika dia bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah, maka jangan maksiati Allah. (HR. Al-Bukhari).

Adapun jika nadzar itu berupa nadzar maksiat kepada Allah, maka itu termsuk perbuatan yang diharamkan, berdasarkan hadits yang sudah disebutkan diatas

Akan tetapi, nadzar yang telah diucapkan, ia memiliki kekuatan hukum mengikat walaupun jenisnya maksiat. Oleh karena itu, saat tidak dilaksanakan maka harus ditebus dengan tebusan sama dengan pelaranggaran sumpah. Karena nadzar, itu semakna dengan sumpah. Dan ini merupakan pendapat dari ulama’ Al-Hanafiyyah dan dikuatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi –rohimahullah- dan selain mereka.

Hal ini berdasarkan sabda nabi –shollallahu ‘alaihi wa sallam- dari sahabat Uqbah bin Amir –rodhiallohu ‘anhu-, nabi –shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ

“Tebusan nadzar seperti tebusan sumpah.” ( HR. Muslim : 1645 )

Tebusannya ialah dengan memberi makan 10 orang miskin, atau memberi pakaian kepada mereka, dan kalau tidak mampu diganti dengan berpuasa 3 hari ( QS. 5:89)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA