Butuh Penguatan

Lain-lain, 18 April 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

saya baru nikah tepat 3 bulan lalu, dan benar-benar merasakan yang berbeda dengan kehidupan saya sekarang. yang ingin saya tanyakan, saya mengalami beberapa konflik dengan istri yang jika saya memahami problem ini adalah: 


-saya mengutarakan maksud yang membuat istri saya marah, kecewa hingga menangis namun terkadang maksud yg saya sampaikan tidak masuk, contoh maksud saya A tapi ditanggapi istri saya B sehingga terjadi percekcokan.

- terkadang saya mengulangi kesalahan saya sendiri. 

- di benak istri, saya kurang perhatian, tidak membuat dia bahagia. 

 

pada akhirnya suatu waktu, saya rasa ini puncaknya. dia mengatakan cape, tidak kuat dengan pernikahan kami yang disebabkan penjelasan diatas tadi di tambah saya selalu pulang kerja malam, fyi saya bekerja di sebuah startup di jakarta. dan ketika ini dibicarakan, dia pun akhirnya membuka unek-uneknya yang lain bahwa dia ga bisa terima dengan pekerjaan saya sekarang karena saya bekerja di sebuah perusahaan rintisan yang tidak banyak kepastian seperti dia bekerja sekarang di kantor pos. saya tinggal di cibinong bogor dan bekerja di jakarta selatan. istilahnya pergi pagi pulang malam selama 5 hari kerja. 

jika dirunut, dia ingin berpisah karena perlakuan saya yang banyak kurang dan pekerjaan saya sekarang.

sebenarnya saya tidak ingin berpisah, saya sudah coba bujuk baik-baik dengan saya bilang kalo saya ingin memperbaiki keadaan saya kepadanya, untuk pekerjaan saya sekarang saya coba untuk melakukan resign walau ini tidak mudah juga karena kebetulan ini perusahaan ini punya temen saya sendiiri dan saya sudah bekerja dari awal perusahaan ini berdiri. 

 

Pertanyaannya,

Apa yang saya harus lakukan sekarang ? saya butuh penguat untuk memutuskan segala perkara ini. 

Terima kasih



-- Maulana (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikum salam wrwb.

Saudara Maulana yang dirahmati ALLAH SWT.

Benar sikap Anda yakni mempertahankan keluarga. Semoga atas rahmat ALLAH SWT keluarga rekat, harmonis dan menemuan ritme perjalanan keluarga yang semakin damai dan indah. Anda sudah melakukan hal yang terpuji dalam bekerja dengan tidak lagi pergi pagi pulang malam. Sungguh ini sangat berarti  bagi istri anda yang belum siap ditinggal lama sampai tidak ada waktu untuk memberi perhatian padanya. Karena ini keluarga baru berdiri, harus bertahap dalam memikul beban. Lain halnya kalau sudah berjalan agak lama, in syaa ALLAH keputusan yang diambil akan lebih bijak tentunya.

Bila Anda sudah memberikan pendekatan yang lebih lembut dan perhatian yang lebih mendalam. Semoga terjadi proses saling memahami dan menyayangi. Istilahnya kalau "mawaddah dan rahmah" ( cinta dan sayang ) telah terpenuhi maka akan terwujud "sakinah".  Yakni ketentraman keluarga walaupun ada gejolak yang terjadi. 

Coba juga utarakan keadaan keluarga Anda kepada mertua agar beliau bisa memberikan arahan kepada Anda berdua bila istri ngotot minta cerai tetapi bila sudah terkendali maka tidak perlu diutarakan kepada beliau.

Badai pasti berlalu dan yakinlah ALLAH memikulkan beban kepada Anda dan itu sesuai dengan kemampuan Anda .

WaLLAHU a'lam bishshawab.

 

 

 



-- Selamet Junaidi