Solusi Bimbang Hati

Aqidah, 10 Mei 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum...Afwan ustad...saya mau bertanya...sebenarnya sedikit dilema mengenai sebuah pilihan. apalagi ini mengenai percintaan..jadi begini ustad..saya masih bekerja sebagai pekerja tapi masih outsourcing dan tinggalnya dikampung...dan calon saya ini juga bekerja honorer d salah satu sekolah aliyah dan tinggal ngekos dan jarak kami kurang lebih 6 jam...sebenarnya  Ada niat mau nikah..tapi kalau mau saya meski hidup pas Pasan yang penting tinggal bersama...namun calon saya kurang setuju kalau harus berhenti dari sekolahnya dan harapannya meski berjauhan asalkan jangan berhenti bekerja honorer....karena menjadi pertimbangan dia,karena saya masih outsourcing....takut dia,kalau nnti dianya resign. nah rezeki saya gak diperpanjang outsourcing ustad...Afwan solusinya ustad.

 



-- Saddam Saputra (Panyabungan)

Jawaban:

Jawab.

Menikah adalah setengah agama, maka menikah adalah perbuatan baik yang mesti disegerakan dan tidak perlu ditunda-tunda. Apalagi jika niat menikah karena ingin menjaga kehormatan diri .

Soal rezeki manusia,Allah telah menjamin rezeki setiap manusia dan semua makhluknya. Allah berfirman:


وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

 "Dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya" (QS. Hud:6)

Itu janji Allah kepada semua makhluknya,bahwa setiap makhluk akan diberi rezeki tanpa kecuali. Dan khusus hambanya yang mau menikah,Allah berikan janji khusus yaitu jika dia fakir maka Allah akan mencukupinya dan menolongnya. Allah berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui ". (An Nuur: 32)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

 

Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Jika Allah dan rasulNya sudah menjanjikan kecukupan rezeki bagi mereka yang mau menikah, adakah alasan buat hambaNya untuk tidak mempercayainya ?siapa yang lebih bisa memenuhi janjinya selain Allah dan rasulNya ?

Bisa jadi dengan menikah justru itu menjadi pintu untuk mendapatkan pekerjaan tetap atau pekerjaan yang lebih baik. Dan bisa juga Allah akan memberikan rezeki kepada calon istri Saudara setelah menikah nanti lewat mengajar di tempat lain atau pekerjaan lain yang lebih baik untuk dirinya dan keluarganya.

Mari kita buktikan keimanan kita kepada Allah,bahwa Dia maha pemberi rezeki, dengan tidak menjadikan ketakukan akan rezeki sebagai penghalang untuk menikah . wallahu alam. (Asy)



-- Amin Syukroni, Lc