Pertikaian


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz..

Saya baru-baru saja menikah dengan suami saya kira-kira sudah 3 bulan saat ini saya baru mengandung anak pertama kami tapi ustadz sejujurnya dari pacaran sampai nikah kami sering bertengkar dan setiap betengkar ortu saya selalu menyalahin saya sampe-sampe saya dikata-katain dan anak saya yang didalam kandungan selalu didoain tidak selamat..saya dan suami saya selalu betengkar masalah sepele karna saya orangnya gampang marah tidak bisa salah sedikit dan jujur ustadz saya memang istri durhaka terkadang saking saya emosi saya lupa kalo yang saya hadapin itu suami saya surga saya. saya terkadang memukulinya ustazd tapi dulu dia juga suka mukulin saya tapi lebih sering saya sekarang..dan kemarin kami kelahi saya sangat marah kepadanya karna dia selalu bikin saya dimarahin ortu saya dan setiap kamu kelahi saya selalu berkata ingin cerai kepadanya tetapi dia tak pernah jawab walaupun cincin nikah saya kembalikan kedia..saya mau bertanya jika istri slalu minta cerai saat emosi ke suami apakah itu sudah jatuh talak ustadz? Sebelumnya terima kasih ustadz

wassalam



-- Dini (Balikpapan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Selama suami tidak mengabulkan dan memenuhi, maka berapapun banyaknya istri meminta cerai atau mengucapkan kata cerai, tetap saja hukum cerai atau talak tidak bisa serta merta jatuh karenya. Sebab kewenangan cerai atau menceraikan itu ada di tangan suami.

Namun istri yang meminta cerai apalagi sampai berkali-kali dengan alasan hal-hal yang sepele, di dalam Islam hukumnya haram sekali dan atau dosanya berat sekali. Sampai-sampai di dalam hadits Nabi SAW bersabda: "Istri manapun yang meminta atau menuntut cerai dengan tanpa adanya alasan yang kuat, maka ia tidak akan bisa mencium aroma Surga/haram baginya aroma Surga" (HR. Abu Dawud).

Oleh karena itu, jangan lagi diulangi segala prilaku buruk yang sudah Anda sadari sendiri itu. Karena jika yang seperti itu tidak diubah dan ditinggalkan, maka Anda sendiri jugalah yang paling merugi nantinya. Bertobatlak kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan perbanyaklah istighfar mohon ampun kepada-Nya. Semoga Allah mengampuni, merahmati dan menjaga keutuhan rumah tangga Anda yang baru di tahap awal ini. Amin.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA