Hukum Talak

Lain-lain, 25 Mei 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum. Mau cerita permasalahan di rumah tangga saya. Saya pernah ribut sama istri saya dan saya emosi sampai-sampai saya terucap "pergilah kamu dari sini. Pulanglah ke rumah orang tuamu." Tapi sebenarnya niat saya hanya untuk memberi pelajaran kepada istri saya agar lebih menghormati saya. Saya tidak bermaksud untuk mengusirnya dari rumah selamanya, maksud saya hanya untuk menyuruh istri saya tinggal sementara di rumah orang tuanya.

Kemudian beberapa bulan berikutnya saya terucap lagi "ambilah baju-bajumu.. tinggallah di rumah orang tuamu lama-lama.. bila perlu tidak usah pulang lagi." Padahal saya hanya kesal karena sebelumnya saya dan istri saya bercanda kemudian saya kesal dengan candaannya maka terucaplah kalimat tersebut.

Saya mau tanya ustad, gimana hukumnya dari peristiwa yg saya alami? Apakah sudah jatuh talak?

 

 



-- Abdullah (Palembang)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuh.

Sadara AbduLLAH yang dirahmati ALLAH SWT.

Ucapan Anda " pergi kamu dari sini"  "ambil baju-bajumu tinggal di rumah otan tuamu lama-lama bila perlu tidak usah pulang lagi" Itu termasuk kalimat sindiran yang belum jelas menunjukkan perceraian. Dan Anda sendiri sudah mengakui niatnya tidak cerai. Maka Anda belum menjatuhkan talak.

Lain kali bercandalah denganbaik dan terkontrol. Khwawatir nanti ketika emosi Anda memilih kalimat lain yang jelas memutuskan perceraian.

Semoga ALLAH SWT menjaga emosi Anda ketika bergaul dengan istri. Dan yang terbaik jadilah SUAMI YANG PEMAAF karena jaminannya keluarga akan harmonis dan masuk Surga. Sebagaimana firman ALLAH SWT:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
( QS. Ali 'Imran )

 

WaLLAHU a'lam bishshawaab

 



-- Selamet Junaidi