Suami Malas Beribadah

Lain-lain, 25 Mei 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Saya sudah menikah selama 5 tahun,telah dikaruniai anak 2. Suami saya sulit diajak beribadah,jika diberitahu dia akan membentak saya. Semakin hari semakin sulit diingatkan, ditambah dia tidak menafkahi keluarganya hanya saya yang bekerja,dia berprofesi sebagai wiraswasta tapi tanggung jawabnya untuk ingin menafkahi seperti tidak ada. Alhamdulillah saya masih diberi rizki oleh Allah untuk membiayai rumah tangga hanya saja saya juga yg membiayai piutang suami saya sebagai pinjaman modal usahanya. Saya sering berkomunikasi dengannya tetapi dia selalu marah ketika saya bicara,disatu sisi saya bingung ingin berbicara dgn siapa dari pihak keluarga karna khawatir berat sebelah. Sholat selalu menjadi tempat saya melepas kesal dan mencurahkan kepada Allah tapi keadaan pula yg membuat saya semakin bingung terutama untuk sekedar memberi contoh kebaikan kepada anak kami. Apa yang sebaiknya saya lakukan? 

 

Terima kasih



-- Lathifah (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuh.

Bu Lathifah yang dirahmati ALLAH SWT.

Anda sudah bersikap yang bijak dan luar biasa. pertahankanlah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Dalam Islam yang berkewajiban mencukupi kebutuhan keluarga adalah suami. Istri tidak ada kewajiban untuk itu. Istri boleh membantu meringankan kewajiban suami dan ini terhitung shadaqah baginya.

Jika suami berhutang itupun kewajibannya untuk membayarnya sendiri. Bukan kewajiban  istrinya untuk membayarnya  . Kalaupun bila suami kesulitan untuk membayar ia boleh minta tolong dibantu istrinya dan minta keridoannya bukan wajib.

Anda benar-benar jadi istri mulia bisa membantu suami sekarang asal Andaperkuat ke ikhlasan. Begembralah semua kebaikan yang Anda lakukan pasti kembali kepada sebagaimana jaminan ALLAH SWT;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

46. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.

( QS. Fushilat )

Kebaikan dan kemuliaan Anda tidak ALLAH kurangi meskipun suami Anda sedang memperdaya Anda. Bahkan kalau benar suami menzalimi Anda tetapi Anda bershabar maka ganjarannya bertambah tanpa hitungan atau unlimitid sebagaimana janji ALLAH Yang Maha Kaya:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

10. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. ( QS. Az Zumar ).

Kemudian cari waktu yang tepat dan ajak suami untuk mencari solusi permasalahan tanpa ada nada curiga dan menuduh hal yang negatif kepada suami Anda. Sampaikan dengan pilihan kata yang terbaik dan sampaikan dengan nada belas kasih padanya. Selalulah memohon pada ALLAH agar hati suami Anda semakin lembut dan mendapat hidayahNYA.

Semoga dengan kebaikan dan kesabaran Anda ,ALLAH berikan perubahan suasana keluarga yang harmonis dan bahagia.

WaLLAHU a'lam bishshawaab.

 

 



-- Selamet Junaidi