Apakah Itu Bisikan Setan

Lain-lain, 27 Mei 2019

Pertanyaan:

Assalamuaikum,  saya baru saja mendapatkan masalah kecemasan hati saya setalah melihat video ada orang yang menghina nabi dan serasa reflek dalam hati saya juga melakukan hal yang sama,  tapi sebenernya saya tidak ingin mengucap itu tapi hati saya yang berbicara seperti itu, lalu saya langsung solat taubat dengan harapan Allah mengampuni saya ap itu termaksud bisikan setan ust? Dan sekarang saya merasa cemas sampai gak bisa tidur karna saya takut Allah marah sama saya saya tidak ingin menjadi kafir ust tapi kata² itu terus membayangi saya ust,  terimakasihh



-- Novi (Depok)

Jawaban:

Waalaikumussalaam wrwb. 

Semoga ALLAH SWT selalu menganugrahi karunianya kepada kita agar semakin mantab dalam Islam sampai mati.

Anda  harus menjauhi tontonan  tersebut dan jangan diulang lagi karena Anda belum punya kesiapan mental untuk menghindari pengaruh buruknya. Bersikaplah lebih hati-hati. Sebaiknya hindari sesuatu itu karena khawatir terjebak dalam hal-hal yang buruk. Atau sikap bijak, selalu mempertimbangkan kemungkinan dampak buruk yang akan terjadi sebelum melakukan sesuatu .

Anda sedang dibayangi was-was lakukanlah hal-hal berikut:

1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan dari bisikan-bisikan yang muncul. 

 2,  Bersikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya.  

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

 3. Terus hadapi dengan shabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Al-Iz bin Abdus Salam dan ulama lainnya juga menjelaskan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Mereka menyatakan, “Obat penyakit was-was: hendaknya dia meyakini bahwa hal itu adalah godaan setan, dan dia yakin bahwa yang mendatangkan itu adalah iblis, dan dia sedang melawan iblis. Sehingga dia mendapatkan pahala orang yang berjihad. Karena dia sedang memerangi musuh Allah. Jika dia merasa ada keraguan, dia akan segera menghindarinya..”  

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

4.  Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.  Bisa rutin membaca zikir al ma'tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna.

 

WaLLAHU a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi