Solusi Perselisihan Dalan Rumah Tangga


Pertanyaan:

Assalamualaikum, saya sudah menikah 15 tahun dikaruniai 2 orang anak berusia 14 tahun dan 10 tahun. saya & suami bekerja, penghasilan saya lebih tinggi dari suami. di awal pernikahan suami sudah pernah membicarakan bahwa gajinya tidak akan diberikan kepada saya, melainkan ditabung untuk membangun rumah 1 lagi, yang dipersiapkan untuk anak-anak. jadi dari awal perkawinan hingga tahun ke-15 usia perkawinan kami, sayalah yang menanggung semua kebutuhan hidup, kecuali membayar listrik + pdam. 

saya pernah membutuhkan banyak uang dan mencoba meminjam kepada suami, tetapi tidak dipedulikan, walaupun saya akan kembalikan jika uang bonus sudah cair. jika saya berdiskusi tentang keperluan anak-anak misalnya apakah anak perlu les dengan biaya jutaan, atau perlu uang karena si sulung ingin membeli gitar, suami selalu bilang 'terserah kamu'. artinya, jika saya ingin anak-anak les atau membelikan gitar atau barang lainnya itu urusan saya, harus duit saya. suami hanya memikirkan untuk membangun rumah. 

suami juga memiliki sifat kasar dalam berbicara, suara keras dan suka membentak. tidak bisa paham akan kebiasaan dan sifat anak-anak, sehingga hal ini memicu kami selalu bertengkar setiap hari. komunikasi sudah 1 tahun ini tidak baik, lebih banyak diam dan berbicara melalui pesan whats app, ngobrol jika perlu. karena hubungan di kehidupan sehari-hari tidak nyaman, tidak harmonis, hal ini terbawa juga hingga hubungan suami isteri. saya melayani suami hanya sebatas kewajiban, tidak ada rasa kasih sayang dan kebutuhan lagi. 

setiap saya menyindir kondisi ini suami merasa tidak ada masalah apa-apa. saya sudah tidak kuat menjalani kehidupan seperti ini, semua hal saya memikirkan dan lakukan sendiri, keputusan saya ambil sendiri, seperti kapan menyunat anak, masuk sekolah mana mereka, minggu ini mau refresing ke mana, makan apa hari ini, dari hal besar hingga ke hal-hal kecil saya pikirkan sendiri.

saya sudah menceritakan hal ini ke kakak ipar sambil menangis, dengan harapan ada respon dari suami tetapi tidak ada juga. sampai saya memutuskan untuk bercerai. tapi suami tidak mau mencerai.

saya akhirnya menjual mobil, sebelum laku saya bilang kepada suami jika mobil laku saya dan anak-anak akan pindah rumah. tetap tidak ada respon.

hingga akhirnya mobil laku dan saya pindah rumah dengan anak-anak mengontrak selama 1 tahun. suami memang mencegah tetapi sudah terlambat karena di awal saya bercerita tidak ditanggapi, mungkin dikira saya hanya mengancam.

yang saya mau tanyakan, dalam kasus ini, apakah saya salah dan berdosa meninggalkan suami? karena saya merasa dimanfaatkan, tidak dipedulikan, tidak ada rasa kasih sayang dan sudah agak jijik jika melayani suami di ranjang. saya berniat minta cerai tetapi diawali dengan pisah rumah terlebih dahulu.

sampai sekarang hampir 1,5 bulan pisah, suami tidak ada menghubungi untuk niat baiknya kembali bersama dengan saya dan anak-anak. tetapi komunikasi dengan anak tertua masih dilakukan walau tidak sering.  



-- Iin (Banjarbaru)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebagai seorang istri, anda salah ketika keluar rumah dengan tanpa seizin suami, karena anda masih berstatus sebagai seorang istri. Dan anda baru boleh bahkan keluar rumah bahkan wajib, apabila suami anda telah menceraikan anda, itupun harus menunggu habisnya masa iddah (setelah berlalu 3 kali haidh, dihitung semenjak cerai itu jatuh)

Dan perihal masalah keluarga anda sebagaimana telah anda ceritakan kondisinya, menurut saya lebih baik diupayakan untuk dijaga keutuhannya, selama masih bisa untuk didamaikan. Dan untuk itu, bangun komunikasi yang baik dengan suami untuk memusyawarahkan (saling memberikan masukan) bagi upaya untuk kembali membangun keluarga dengan baik

Kalaupun dengan upaya optimal tidak juga menjadi baik, maka hadirkan fihak ketika (utamanya dari keluarga) untuk menjadi penengah dalam upaya unutk memperbiki keadaan

Demikian, sega Allah berrkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA