Konsultasi Masalah Rumah Tangga

Lain-lain, 3 Juni 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

pa ustad, saya fajar ansyari 35 istria saya berumur 20 tahun usia pernikahan kami kurang lebih enam tahun dikaruiniai satu orang anak, namu nsaya sampai sekarang tidak mersa bahagia dan kecewa karena dari awal menikah sampai sekarang tidak mau pindah rumah ikut bersama saya. istri saya anak tunggal perempuan dan tidak mau ikut saya istri saya seorang guru tk dia mengajar pasa salah satu TK juga lumayan jauh dari rumah mertua saya kurang lebih 11 kilo kemudian istri saya saya suruh pindah mengajar karena saya kawatir resiko saat dijalan akhirnya dia pindah ke sekolah yang berada di kampung seberang rumah mertua saya dan menjadi kepala sekolah di TK tesebut, saya bertambah yakin bahwa istri saya tidak mau mengikuti saya di mana saya bekerja kurang lebih 20 kilo dari rumah mertua saya. saya bujuk istri saya ikut saya dia tetap ga mau alasanya masi kuliah, tidak tenang kalau tingal bersama saya, kemudian dia anak tunggal alasanya. kemudian istri saya mengajak membuat waung di depan rumah orang tuanya dan membuka jual sembako dan pulsa serta agen brilink, sejak itulah saya selang 1 hari bermalam di tempat saya bekerja besoknya pulang ke tempat mertua saya di mana istri dan anak saya di sana. saya masi bingung dan ingin masukan dari pa Ustad bagaimana kehidupan saya selanjutnya kalau begini terus. paahal saya ingin mempunyai kehidupan rumah tangga yg bahagia susah senang dalam satu atap satu rumah. toko tempat saya bekerja tidak jauh dari rumah mertua saya. istri saya cuman bermalam 2 hari di tempat saya bekerja di rumah kami. saya merasa tidak adil saja saya sering bersam keluarga istir saya sedangkan istri saya jarang bersama dengan keluarga saya, orang tua saya. sampai sekarang istri saya minta naikan uang jajan biasa setiap minggu saya kasi 500 rb kemudian kami sering bertengkar karena istri saya mau saya pulang dan pergi setiap hari pulang kerja langsung pulang ke rumah orang tuanya, saya bilang saya tidak sanggup dari itu saya liah istri saya tidak menurut dan keras kepala dan bicara semaunya kepada saya, disitulah saya pertama kalinya merasa kecewa dan dihianati. dan menyesal. kenapa bisa terjadi demikian isti saya sembari saya nasihati namun sia sia. dia melakukanya berulang ulang. dan sekarang saya sudah tau bahwa dia lebih tunduk dan patuh kepada ibunya di banding saya. saya berusaha meruhanya agar bisa menurut kepada saya namun sia sia, saya juga pernah minta bantuan pa ustad yang mana diberi beliau air dan disuruh istir saya meminumnya kata belau istir saya orangnya memang keras kepala. sampai kekarang uang jajanya setuiap minggu saya turunkan 100rb menjadi 400 rb namun sya isikan saldo pulsa 150RB. namun di sering bilang kurang dan sekaang istiri saya sering bilang kurang dan minta  uang THR 2JT saya bilang saya tidak sanggup kalau segitu kalau saya memberi bisa saja dengan syarat saya harus bekerja dulu. namun istrisaya ngotot bilang saya tidak sayang lah, rezeki tersendatlah kalua tidak ngasih uang ke istir saya. sedangkan istiri saya jarang solat termasuk mertua saya. saya suruh solat selalu ber alasan. samapai sekarang saya sering solat sendiri. saya melihat istri saya sering belanja baju baru, listik dan bajunya sering di ksih ke mertua saya kelaurganya. sedangkan ke keluarga saya tidak pernah. kemudian sekaran sering ke toko emas gonta ganti emas saya bilang jgn berpenampilan mewah sederhana saja, namun di anggap angin lalu. malah istir sya bilang uang -uang saya belinya. say bingun dengan rumah tangga saya sekarang mohon masukan dan sulusi tips-tips dari pa ustad. akhirnya saya merasa jenuh dan saya bilang kalau kamu tidak mau menurut perintah saya terserah. saya sudah cape berdebat dan saya tidak mau berdebat.

Wassalamualaikum Wr. wb.



-- Fajar Ansyari (Sampit)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH.
Saudara Fajar Ansyari yang dirahmati ALLAH SWT.

Maaf seharusnya Anda sangat faham dengan istri sebagai anak tunggal yang biasanya dimanja oleh orangtuanya dan sangat nyaman berada didekat orangtuanya. Karena itu Anda menjadi suami yang bisa mengimbangi kebiasaan orangtuanya dengan kelembutan, perhatian dan kesabaran melalui hari-hari bersamanya.

Jangan dulu memaksakan kehendak istri harus tinggal bersama keluarga Anda. Sebaiknya rasakan kebahagian hidup Anda dengan mengikuti kehendaknya. Dan tunjukkan Anda sangat menyayanginya. Saya yakin Anda bisa pulang setiap hari menempuh jarak 20 km.

Mengalah untuk kebaikan dan kebahagiaan keluarga Anda. 

Mengenai gaya hidup istri , ajak beliau berdialog dengan hati kenyataan hidup berapa kebutuhan pokok untuk keluarga . Bukan kemauan hidup.

Masalah kebiasaan meninggalkan sholat, juga harus menjadi tanggung jawab Anda untuk mendidiknya agar tekun berbadah. Contoh dari Anda sangat penting untuk mengugah hatinya , selain nasehat dengan bahasa cinta dan kelembutan Anda juga doa tulus Anda pada ALLAH SWT.

Maafkan istri Anda dan perteguh kesabaran Anda. In syaa ALLAH pertolongan ALLAH bagi hambanya yang sabar dan tawakkal padaNYA.

WaLLAHU a'lam bishshawab.



-- Selamet Junaidi