Suami Sudah Tidak Percaya Saya Hanya Karena Hal-hal Sepele

Lain-lain, 9 Juni 2019

Pertanyaan:

Umur pernikahan saya baru seumur jagung, 5 tahun, belum ada anak. Suami mantan pengguna narkoba tapi sudah lama tidak pakai lagi. Suami sudah tidak bekerja selama 4 tahun terakhir ini, selama ini saya yang bekerja menutupi kebutuhan sehari hari. Suami terlihat tidak getol mencari pekerjaan, selain memang umurnya sudah diatas 35 tahun, tapi suami segan cari pekerjaan lewat teman temannya yang rata rata sukses. Saya sempat mengingatkan agar minta pekerjaan dari mereka, tapi suami malah menyerang balik saya/argument.

Suami seorang perfectionist, dia tidak suka/pasti protes kalau melihat kesalahan saya. Padahal menurut saya sebetulnya masalah sepele, seperti saya ketinggalan barang sesuatu, itu suami pasti marah besar. Saya memang sangunis/ceroboh/pelupa, tapi saya ceria dan tidak membawa beban apapun, ini juga salah satu alasan dulu suami meminang saya, suami senang melihat saya selalu tertawa dan ceria. Tapi akhir-akhir ini karena saya sering dimarahi suami karena hal-hal sepele tadi saya menjadi murung dan tegang, bahkan takut jika ngobrol sama suami/takut menyinggung.

Memang betul saya kurang dlm mengurus rumah tangga, saya masih belajar, tapi bukan berarti suami berhak marah terus thdp saya, lagipula dia sendiri juga tidak menafkahi saya, saya sendiri yang harus cari uang untuk makan kita berdua. Kadang saya merasa kesal, satu sisi saya harus mengurus rumah tangga, sisi lain saya harus berhadapan dengan amarah suami yang selalu mengoreksi saya. Pernah saya mengungkit kesalahan suami karena tidak menafkahi, suami malah marah dan mengucapkan kata cerai/mengancam cerai saya.

Jujur saya bingung, seharusnya bukankah rumah tangga yang sehat adalah saling mengingatkan dgn cara yang halus bahkan romantis...? Bahkan suami pernah marah besar dan mengancam saya cerai berkali kali hanya karena saya memilih untuk memotong siomay dgn sendok ketimbang dgn pisau dan garpu, suami saya kekeuh menganggap itu adalah salah dan pisau garpulah yang benar. Tapi saya ngotot karena saya merasa lebih nyaman pakai sendok. Ini adalah hal yg sepele dan seharusnya tidak menjadi masalah, tapi dibesar-besarkan oleh suami.

Harus apakah saya menghadapi suami perfectionist dan temperamen seperti ini...? Mohon bantuannya, terima kasih banyak sebelumnya 🙏



-- Keni Aryani (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHi wabarakaatuh

Saudari Keni Aryani yang dirahmati ALLAH SWT.

Seharusnya suami punya rasa malu dan bersyukur kepada ALLAH SWT karena dianugrahi istri yang menerima dan menjalini beban hidup yang wajib dipikul seorang suami.

Anda juga harus bersyukur kepada ALLAH SWT karena dianugrahi jiwa yang tabah, tegar dan kuat memikul beban rumahtangga yang berat. Pertahankanlah.

Suami anda sekarang pasti perang batin. Maka bantulah beliau dengan kesabaran dan sikap lembut Anda. Dan yang paling penting sekali maafkanlah suami Anda .Yakinlah dengan cara ini akan muncul kekuatan yang akan mendorong suami Anda kepada kesadaran dan menjadi suami yang baik. " ALLAH MENYERTAI ORANGORANG YANG SABAR"

Katakanlah dalam diri anda; "Saya akan lebih kuat bertahan seperti ini sampai suamiku kalah bertahan dalam sikapnya".

Jadikanlah teguran suami Anda itu penyemangat agar lebih teliti,hati-hati dan lebih rapi.

Agar suami Anda tidak punya alasan lagi marah-marah pada urusan sepele.

Yakinlah badi itu pasti akan berlalu.

WaLLAHU a'lam bishshawaab

 



-- Selamet Junaidi