Dilema Antara Bertahan Atau Di Akhiri

Lain-lain, 9 Juni 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum.

Saya vika, saya menikah usia 21thn dan saat ini usia saya 22 tahun sedangkan suami berusia 27thn.

Sejak awal menikah saya baru tahu bahwa suami saya banyak sekali mempunyai hutang, bahkan lebih dari ratusan juta. Masalah ini baru saya tahu saat saya sedang hamil, karna Alhamdulillah kami diberi titipan dlm waktu yg cepat.

Rasanya saya stress tidak karuan harus bagaimana menghadapinya, bahkan saat usia anak saya sudah 8bulan bukan selesai masalah tp malah terus bertambah.

Suami saya menggadaikan mobil tanpa sepengetahuan saya, soal dia berhutang saya pun tidak tahu apa alasannya karna sampai detik ini jika di tanya suami tidak pernah mau jawab dan berhutangnya sebelum menikah dengan saya.

 Suami saya tidak pernah bercerita apapun kepada saya, dia selalu bercerita kepada kk2nya, saya seperti tidak di anggap istri.

Sampai akhirnya saya muak di kejar2 penagih hutang, karna suami tidak pernah merespon mereka. Saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah orgtua saya.

Apa yg harus saya lakukan?

Apakah saya harus bertahan atau tidak?

Terimakasih.

Wassalamualaikum



-- Vika (Tangerang)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Bu Vika yang dirahmati ALLAH SWT.

Ingat dan tanamkan di hati Anda yang mendambakan kebaikan dan kesucian sikap suami Anda firman ALLAH SWT:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

.....mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka......

( QS. Albaqarah 187 )

Tugas Istri yang solehah berdasarkan ayat di atas adalah menjadi tameng yang menjaga harga diri suami. Menjadi pelindung yang menjaga kemuliaan suami. Menjadi penghias agar suami tetap terlihat menarik dan indah. Memberi suport dan motivasi agar suami tetap tegar dan percaya diri menjali hidup.

Anda sudah menjadi istri beliau atas takdir ALLAH SWT maka kehadiran Anda memang dibutuhkan di sampingnya. Jika beliau tidak cerita tentang hutang dan lain-lain maka baik sangkalah dulu bahwa beliau tidak ingin membebani hidup Anda.

Dialog dengan baik dengan beliau kalau Anda belum mampu membantu melunasi hutangnya. Dan minta dengan baik kesepakatan kalau masalah hutang sebaiknya hanya berhubungan dengan beliau karena Anda belum siap mental menghadapi para penagih hutang.

Sungguh Anda bisa menjalani hal-hal mulia di atas  agar gelombang hidup tidak menghempas dan menenggelamkan rumah tangga Anda. Berjuang dan mempertahankan keluarga itu SUNGGUH SANGAT MULIA.

Cobalah dengan sungguh-sungguh dengan mohon petunjuk ALLAH SWT dan dukungan kedua orangtua Anda masing-masing. In syaa ALLAH badai pasti berlalu.

WaLLAHU a'lam bishshawaab.

 

 



-- Selamet Junaidi